Kisah inspiratif datang dari sebuah keluarga kecil di Australia. Sebab, kedua orang tuanya rela menjual sebuah rumah demi mengobati sang anak yang mengalami sakit keras.
Cheryl dan David McKenna memiliki seorang gadis perempuan bernama Emily yang saat ini mengidap sakit keras. Penyakit yang dideritanya adalah mitokondria RRM2B, yakni suatu penyakit genetik yang cukup langka.
Emily telah mengidap penyakit ini sejak berusia delapan tahun. Awalnya ia kehilangan pendengaran ringan, tapi seiring waktu kondisinya semakin parah hingga mengalami gangguan penglihatan dan kelemahan otot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di usianya yang kini menginjak 18 tahun, Emily harus melakukan pengobatan yang biayanya sangat amat mahal. Orang tuanya bercerita jika biaya berobat penyakit itu mencapai US$ 5 juta atau sekitar Rp 85,5 miliar (kurs Rp 17.120).
Apabila tidak segera diobati, kondisi Emily bisa semakin menurun. Dokter memprediksi tubuh Emily bisa sangat lemah hingga sulit berjalan, makan, dan bernapas.
"Dia menangis. Dia berharap dirinya bukan seperti sekarang. Dalam pikirannya, ia adalah gadis 18 tahun biasa yang suka membuat TikTok dan berbelanja, tetapi tubuhnya semakin memburuk hingga menyerupai tubuh orang berusia 90 tahun," kata Cheryl McKenna dikutip dari Realtor, Senin (13/4/2026).
Biaya pengobatan yang mencapai puluhan miliar itu sempat membuat kedua orang tua Emily putus asa. Mereka pun sempat melakukan penggalangan dana dengan tenggat waktu Juni 2026 agar bisa membayar biaya pengobatan khusus di AS.
Akhirnya cara lain harus ditempuh oleh keluarga tersebut demi bisa mengobati Emily secepat mungkin, yakni menjual rumahnya. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan uang secara cepat meski harus menunggu calon pembeli hingga mencapai kata deal.
Rumah milik keluarga McKenna yang dijual. Foto: Dok. Realtor Australia |
Rumah yang dijual merupakan sebuah vila musim panas yang kerap digunakan Emily dan keluarga untuk berlibur. Padahal, hunian itu merupakan tempat yang diimpikan oleh keluarga Emily dan dibeli hasil jerih payah orang tuanya selama bertahun-tahun.
Meski ada rasa bersalah dari dalam diri Emily karena sakit yang dideritanya harus mengorbankan sebuah rumah, tetapi kedua orang tuanya tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Aku akan berbohong jika mengatakan mengemas barang-barang di rumah ini tidak akan sulit. Jujur, kami semua menyukai rumah ini, tetapi kami lebih menyayangi Emily," papar Cheryl McKenna.
"Emily jadi merasa bersalah, tapi saya bilang 'itu hanya batu bata dan semen'. Kita bisa mengganti rumah yang lebih baru nanti, tapi kita tidak bisa mengganti Emily," ungkapnya.
Bagian dalam rumah. Foto: Dok. Realtor Australia |
Hunian keluarga McKenna sendiri berada Queensland, tepatnya di dekat Danau Weyba. Lokasi ini memang sering dibangun rumah-rumah liburan untuk menghabiskan waktu musim panas bersama keluarga.
Di atas lahan seluas 10 hektare, terdapat dua bangunan yang terdiri dari satu rumah utama dan satu rumah untuk studio. Selain itu, ada juga kandang kuda, kolam renang outdoor, panel surya agar hemat energi, dan akses langsung menuju Danau Weyba.
Pada bagian interiornya dilapisi dengan warna cat putih hangat untuk dindingnya, sehingga memberikan kesan minimalis dan estetis. Meski cuma satu lantai, tapi rumah ini sudah sangat nyaman untuk ditinggali.
Rumah tersebut telah dipasarkan di agen properti lokal, yakni Joel Hood Property. Untuk harga properti itu sendiri dibanderol US$ 6,5 juta atau sekitar Rp 111 miliar.
Selama dipasarkan, ada banyak calon pembeli yang tertarik untuk membeli rumah tersebut. Selain karena harganya, banyak juga yang tertarik dengan kisah di balik penjualan rumah tersebut yang menyentuh hati banyak orang.


