Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana untuk mengubah tampilan salah satu gedung di kawasan Gedung Putih, yaitu gedung Eisenhower. Gedung tersebut kini digunakan sebagai Kantor Wakil Presiden hingga Kantor Staf Presiden.
Rencananya Trump akan mengecat eksterior gedung dengan 'cat ajaib' berwarna putih. Namun, hal itu segera mendapat wanti-wanti dari para ahli.
Berikut ini informasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu 'Cat Ajaib'?
Dilansir dari CNN, cat yang dimaksud terdapat kandungan silikat di dalamnya. 'Cat ajaib' itu diklaim bisa memperkuat batu, mencegah air masuk, mencegah noda, mudah diaplikasikan, dan jarang membutuhkan pengecatan ulang.
Dilansir dari The Independent, berdasarkan proposal yang diajukan Trump ke Komisi Seni Rupa, disebutkan ia ingin mengecat Eisenhower Executive Office Building (EEOB) karena bangunan tersebut dinilai kurang selaras dengan Gedung Putih yang masih berada di kawasan yang sama. Rencananya, ia akan mengecat eksterior EEOB menjadi warna putih.
"Warna, desain, dan bentuk struktur yang ada tidak selaras secara visual dengan arsitektur sekitarnya dan tidak memiliki kohesi simbolis dengan Gedung Putih," tulis proposal tersebut, dikutip dari The Independent.
Berdasarkan rencana Trump, dinding batu eksterior, yang dilaporkan mengalami retakan dan terabaikan, akan dicat putih agar selaras dengan bangunan federal putih polos lainnya.
"Ketidakmampuan untuk mengembalikan fasad batu ke warna dasar telah menghambat pemeliharaan [Gedung Kantor Eksekutif] di masa lalu, dan akan terus menghambatnya jika tidak ditangani," demikian bunyi proposal tersebut.
Para Ahli Wanti-wanti Usulan Tersebut
Sebanyak 25 ahli secara anonim menyebutkan cat tersebut tidak cocok pada material granit di gedung tersebut. Menurut para ahli, batu granit tidak saling mengikat secara kimiawi dengan jenis cat silikat itu. Memakai cat tersebut hanya akan menyebabkan kerusakan permanen pada gedung.
Menurut mereka, melapisi eksterior gedung menggunakan cat dasar bisa menyebabkan kerusakan permanen. Cat tersebut juga tidak akan memperkuat granit maupun meningkatkan daya tahan strukturnya.
Usulan Para Ahli
Cultural Heritage Partners membagikan presentasi ke pemerintahan Trump dan menawarkan solusi alternatif untuk bangunan tersebut, yaitu dengan program pembersihan tingkat konservasi, perbaikan besi tempa, pencahayaan baru, pemasangan lapisan film jendela untuk mencerahkan fasad, dan penataan lanskap baru.
Sebagai informasi, gedung Eisenhower selesai dibangun pada 1888 dan digunakan sebagai Departemen Luar Negeri, Perang, dan Angkatan Laut. Kini gedung tersebut digunakan sebagai ruang kantor tambahan untuk staf presiden, termasuk Kantor Wakil Presiden, Dewan Keamanan Nasional, dan Kantor Manajemen dan Anggaran.
