Sudah sewajarnya jika orang kaya memiliki rumah yang besar dan mewah. Selain digunakan sebagai tempat tinggal, memiliki hunian mewah juga melambangkan status sosial bagi orang tajir.
Namun, lain halnya dengan orang kaya satu ini. Alih-alih membeli sederet rumah mewah, ia justru mengambil alih sebuah desa dan mengubahnya menjadi perkampungan yang punya fasilitas lengkap!
Orang tersebut adalah Tony Ryan, salah satu pendiri maskapai penerbangan bertarif rendah (low-cost carrier) asal Irlandia, yakni Ryanair. Ryan membeli sebuah desa bernama Lyons yang terletak di sebelah barat Dublin, tepatnya di County Kildare, Irlandia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Telegraph, Desa Lyons awalnya merupakan bagian dari Lyons Estate. Dulu, kawasan ini dihuni banyak orang kaya dan berdiri rumah-rumah besar. Desa Lyons sudah berdiri sejak 1797 dan semula dikenal sebagai desa pertambangan di tepi Grand Canal.
Pada awal berdirinya Desa Lyons, terdapat barak polisi yang berfungsi untuk menjaga keamanan lingkungan, kandang kuda, fasilitas perbaikan perahu, dan sekolah berasrama Gereja Irlandia. Di masa kejayaannya, data sensus mencatat ada 79 rumah dan 102 kepala keluarga yang tinggal di Desa Lyons.
Memasuki era industri di abad ke-18, dibangun sebuah pabrik penggilingan tepung bertenaga air di Desa Lyons. Pabrik ini dioperasikan oleh Josph P Shackleton, seorang kerabat dari Ernest Shackleton yang terkenal sebagai penjelajah Antartika.
Pada 1887, pabrik tersebut diubah fungsinya untuk memproduksi penggilingan rol yang dikirim ke berbagai wilayah di Irlandia. Desa Lyons semakin berkembang pesat dan menjadi salah satu kawasan penting di sana.
Nahas, kebakaran hebat melanda pabrik penggilingan rol itu dan melahap seluruh bangunan serta peralatan mesin. Pihak perusahaan rugi besar dan akhirnya memilih gulung tikar.
Usai pabrik terbakar, kehidupan di Desa Lyons mulai berubah. Banyak warga yang memilih keluar dari desa untuk mencari pekerjaan lain karena pabrik telah tutup. Dampaknya pun sangat terasa bagi perekonomian di sana, perlahan toko-toko tutup, sekolah ditutup, dan bangunan menjadi rusak lantaran ditinggal penghuninya.
Terlantar Ratusan Tahun, Desa Lyons Akhirnya Dibeli Seorang Pengusaha
Desa Lyons di Irlandia yang dimiliki bos maskapai penerbangan. Foto: Dok. Matteo Tuniz/Keith Mahon/Mediapro/Digital Food Ireland via Telegraph |
Ryan adalah seorang penggemar penulis asal Irlandia, Charles Kickham yang memiliki sebuah novel berjudul 'Knocknagow'. Dalam novel itu digambarkan kehidupan di sebuah desa terpencil yang ternyata menginspirasi Ryan untuk membeli Desa Lyons.
Mengetahui ada sebuah desa yang telah lama ditinggal penduduknya, Ryan akhirnya membeli Desa Lyons pada 1990-an. Ia kemudian merestorasi seluruh bangunan sekaligus membangun ulang sejumlah fasilitas umum, seperti bar, gedung sekolah, dan kincir air.
Pintu masuk menuju Desa Lyons. Foto: Dok. Telegraph |
Pasca meninggalnya Ryan pada 2007, Desa Lyons masih dimiliki dan dikelola oleh keluarganya sampai sekarang. Namun, perjalanan desa ini nampaknya akan berakhir karena tengah dijual di situs balai lelang.
Desa Lyons tengah dijual di pasaran dengan banderol mencapai 20 juta euro atau sekitar Rp 399 miliar (kurs Rp 19.990). Harga fantastis itu sudah termasuk lahan seluas 20 hektare yang terdiri dari pondok, danau, kandang kuda, dan taman yang luas. Pembeli juga mendapatkan sejumlah rumah yang jika ditotal mencapai 47 kamar tidur.
Namun, ada satu rumah yang tidak termasuk dalam penjualan, yakni kediaman pribadi Ryan. Sebab, rumah mewah tersebut masih dimiliki dan sesekali ditinggali oleh keluarga Ryan.
"Calon pembeli kemungkinan besar adalah individu dengan kekayaan sangat tinggi yang melihat ini sebagai properti di Irlandia yang benar-benar unik, destinasi perhotelan, atau warisan jangka panjang di mana terdapat potensi lebih lanjut untuk mengembangkan properti ini hingga potensi maksimalnya," kata David Byrne dari Lisney Sotheby's International Realty.
Oh ya, pembeli Desa Lyons juga akan mendapatkan sebuah hotel bintang lima bernama Cliff at Lyons. Hotel ini menggunakan pondok-pondok rumah di Desa Lyons untuk dijadikan kamar tidur, restoran, dan tempat hiburan.
Lalu, pabrik penggilingan tepung yang sudah lama terbengkalai kini telah direstorasi menjadi restoran dua lantai. Di dalamnya juga ada rumah kaca dan bar bernama Lyons Den.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/das)












































