Dengan harga segitu, calon konsumen bisa dapat rumah dengan luas tanah hingga 108 meter persegi. Tapi yang bisa membeli rumah dengan harga tersebut hanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) karena rumah ini merupakan rumah subsidi.
Dilansir dari situs Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SiKumbang), Rabu (8/4/2026), berikut ini daftar rumahnya.
Grand Salawati
|
Foto: SiKumbang
|
Harga rumah yang ditawarkan Rp 240 juta dengan luas bangunan 36 meter persegi dan luas tanah 108 meter persegi. Rumah ini dilengkapi dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
Bangunan rumahnya pakai atap seng spandek. Dinding rumahnya pakai bata yang sudah diplester dan dicat. Bagian lantainya dan fondasinya pakai tapak beton bertulang serta semen halus.
Soribo Gunung
|
Foto: SiKumbang
|
Harga rumah yang ditawarkan Rp 240 juta dengan luas bangunan 36 meter persegi dan luas tanah 105 meter persegi. Rumah ini dilengkapi dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
Bangunan rumah ini menggunakan atap seng gelombang. Dindingnya pakai bata yang sudah diplester. Lantainya keramik dan fondasi batu kali.
Srikandi Residence
|
Foto: SiKumbang
|
Harga rumah yang ditawarkan Rp 240 juta dengan luas bangunan 36 meter persegi dan luas tanah 80 meter persegi. Rumah ini dilengkapi dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
Bangunan rumah menggunakan atap seng gelombang. Dindingnya pakai bata merah yang sudah diplester dan dicat. Bagian lantainya dan fondasinya pakai tapak beton bertulang serta semen halus.
Griya HPK 3
|
Foto: SiKumbang
|
Harga rumahnya yaitu Rp 240 juta dengan luas bangunan 36 meter persegi dan luas tanah 96 meter persegi. Rumah ini dilengkapi dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
Bangunan rumah ini menggunakan rangka atap kayu. Dindingnya pakai pasangan bata merah. Lantainya pakai keramik 40x40 serta fondasi cor batu gunung.
Bukit Khatulistiwa Aimas
|
Foto: SiKumbang
|
Harga rumah yang ditawarkan yaitu Rp 240 juta dengan luas bangunan 36 meter persegi dan luas tanah 108 meter persegi. Rumah ini dilengkapi dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi.
Bangunan rumah itu menggunakan atap seng gelombang. Dindingnya pakai bata merah yang sudah diplester, diaci, dan dicat. Lalu pada bagian lantainya pakai keramik dan fondasi batu gunung.
Itulah deretan rumah yang harganya mulai Rp 240 juta di Papua Barat.
