Seorang pria kesal setelah mengetahui tarif sewa rumahnya bakal dinaikkan. Tak terima, ia pun nekat meledakkan kontrakannya tersebut sampai hancur lebur.
Aksi nekat itu dilakukan oleh David Howard, seorang pria berusia 53 tahun yang tinggal di Worksop, Nottinghamshire, Inggris, pada April tahun lalu. Polisi baru bisa menyelesaikan kasus ini pada Maret 2026 dan mengungkapkan motif yang sebenarnya.
Semula, Howard mendapatkan informasi jika biaya sewa rumahnya naik sebesar 80 pound sterling atau sekitar Rp 2 jutaan (kurs Rp 22.490). Mengetahui hal itu, ia merasa kesal dan tidak terima dengan adanya kenaikan sewa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Detektif Polisi Daniel Akehurst dari Kepolisian Nottinghamshire mengatakan bahwa Howard berencana akan meledakkan rumah itu lantaran kesal dengan naiknya biaya sewa. Ia pun sempat memberitahu kepada teman-temannya jika akan melakukan aksi tersebut.
Shanelle Williams, salah satu teman Howard mengaku sempat berbicara dengannya sekitar pukul 15.30 sore waktu setempat. Kepada polisi, Williams mengatakan jika Howard telah mencabut pipa gas di rumah sehingga akan meledak dalam hitungan menit.
"Saat itu Howard berkata 'Aku sudah melakukannya, aku sudah mencabut pipa gasnya. Sebentar lagi (rumah) ini akan meledak'," kata Williams kepada pihak kepolisian, dikutip dari The Sun.
Benar saja, tak lama kemudian terdengar ledakan keras yang mengguncang wilayah itu. Jonathan Hodson yang tinggal di dekat rumah Howard mengungkapkan ledakan tersebut sangat dahsyat hingga membuat jendela bergetar.
"Ledakan itu sangat dahsyat hingga jendela-jendela ikut bergetar," ungkapnya.
Sebuah rumah di Inggris hancur akibat ledakan pipa gas. Hal itu terjadi karena ulah pemiliknya sendiri yang kesal karena tarif sewanya naik. Foto: Dok. LNP via The Sun |
Karolina Ciolko yang hanya berjarak beberapa meter dari kediaman Howard langsung keluar rumah usai mendengar ledakan keras. Ia melihat ada kepulan asap di langit yang ternyata berasal dari rumah Howard.
"Saya segera keluar rumah dan melihat ada asap di langit. Mobil di depan rumah saya sampai berguncang akibat ledakan," tutur Ciolko.
Dinas Pemadam Kebakaran dan regu penyelamat dari Nottinghamshire langsung menuju ke TKP untuk memadamkan api sekaligus mencari korban selamat. Nahas, kejadian itu telah merenggut nyawa Howard karena ledakannya terbilang besar.
Kondisi rumah Howard juga rusak berat akibat ledakan dari pipa gas. Hunian yang terdiri dari dua lantai itu telah rata dengan tanah, hanya menyisakan sebagian kecil ruangan yang kondisinya juga rusak.
Dari hasil autopsi yang dirilis pihak kepolisian, Howard dinyatakan meninggal akibat sesak napas setelah terjebak di reruntuhan rumahnya pada 12 April 2025.
Sementara itu, laporan toksikologi menunjukkan kadar heroin, kokain, dan alkohol di dalam tubuh Howard rendah. Namun, ia telah didiagnosis menderita PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) dan berjuang dengan kesehatan mentalnya selama beberapa tahun terakhir.
Dari hasil penyelidikan, diketahui Howard sempat berkomunikasi dengan layanan darurat sekitar 90 menit sebelum dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.40 waktu setempat.
Di sisi lain, staf hukum Nathanael Hartley menyebut gangguan kognitif ringan telah memengaruhi pikiran Howard untuk melakukan aksi nekat itu. Padahal, ia tidak sadar jika tindakan tersebut dapat berakibat fatal.
"Mungkin dia tidak menyadari betapa berbahayanya aksi tersebut," jelas Hartley.
"Dengan tidak mempertimbangkan hal itu, saya menyimpulkan bahwa Howard sebenarnya tidak bermaksud untuk mengakhiri hidupnya sendiri," pungkasnya.
(ilf/das)

