Rumah Tasya Farasya akhir-akhir ini menjadi sorotan. Bukan hanya karena interiornya yang mewah, tetapi karena perabotan dan harganya yang nggak masuk akal.
Harga perabotan ini diketahui publik setelah akun yang kerap mengungkap harga barang Tasya Farasya @whattasyafarasyawear. Beberapa barang yang ditemukan harga dan jenisnya di antaranya bathtub di kamar mandinya seharga Rp 315 juta, coffee table seharga Rp 64 juta, kulkas dua pintu Rp 105 juta, diffuser Rp 15 juta, kompor induksi Rp 106 juta, hingga tempat sampah pedal Rp 4,5 juta.
Salah satu ornamen yang paling menyita perhatian netizen adalah chandelier crystal yang menggantung di atas void dan tangga rumahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui chandelier crystal tersebut didesain oleh Maestro Lamp. Co-Director Maestro Lamp Leonard mengungkapkan panjang chandelier crystal tersebut adalah 9,6 meter. Desainnya dibuat menjuntai dengan tambahan ornamen kupu-kupu yang merupakan arti nama Tasya Farasya.
"Kami dapat input preferensi Bu Tasya yang menyukai bentuk butterfly, maka untuk finishing touch kami tambahkan ornament solid crystal butterfly gold yang kami tambahkan dengan mini crystal di sayap masing-masing butterfly, agar menambahkan kesan mewah dan sparkle ketika dilihat secara langsung," jelas Leonard kepada detikProperti pada Sabtu (28/3/2036).
Penampakan Chandelier di rumah Tasya Farasya Foto: Tangkapan layar Instagram @tasyafarasya |
Tentu banyak masyarakat yang tidak terpikirkan memiliki perabotan mahal di rumahnya. Namun, Tasya Farasya dengan uangnya sendiri mampu membeli barang-barang untuk mengisi rumah 4 lantainya tersebut.
Menurut tim desainer rumah Tasya Farasya, Fay Studio, semua perabotan tersebut tidak dipilih asal-asalan atau hanya untuk flexing. Isi rumah tersebut sudah disesuaikan dengan konsep masing-masing lantai, style, dimensi, warna, dan materialnya.
"Semua furniture, semua warna, lampu, finishing, dekoratif atas ajuan atau saran dari FAY Studio," kata tim desain Fay Studio, Ayuri Nabilah, kepada detikProperti pada Jumat (28/3/2026).
Perihal harganya yang mahal semua telah atas persetujuan dari Tasya Farasya dan memang menyesuaikan konsep.
"Memang semua perabotan ini tepat pada tempat dan konsepnya," ujarnya.
Bahkan untuk lebih menunjukkan ciri khasnya Tasya, ada banyak sekali ornamen kupu-kupu pada lampu, pajangan, dan wallpaper dinding. Hal itu yang membuat interior rumah jadi lebih istimewa.
"Ornamen kupu-kupu sendiri adalah permintaan khusus dari Ibu Tasya mengingat beliau memang lekat sekali dengan ikon kupu-kupu. Kalau tidak salah juga nama beliau (Lulu Farassiya Teisa) terinspirasi dari nama kupu-kupu sehingga memang sudah menjadi identitas Tasya," jelas Ayuri.
Untuk mewujudkan rumah super mewah dengan 4 lantai dan kolam renang ini, dibutuhkan waktu pengerjaan hampir 6 tahun.
"Kalau untuk desain sebetulnya dari sekitar September 2020 kalau tidak salah. Baru mulai build di 2022. Completed 2026," ujarnya.
(aqi/das)

