Biasanya agen properti menjual rumah berupa sebuah bangunan saja, tapi lain halnya dengan yang satu ini. Sebab yang ditawarkan bukan sekadar rumah, melainkan satu desa lengkap dengan puluhan bangunan bersejarah.
Dilansir dari Realtor, salah satu agen properti di Amerika Serikat (AS) menjual sebuah desa lengkap dengan rumah dan bangunan lainnya. Terletak di Pittston, AS, desa ini dijual dengan harga US$ 6 juta atau sekitar Rp 101 miliar (kurs Rp 16.960).
Desa yang luasnya kurang lebih 40 hektare itu dikenal dengan nama Tuthill. Di dalamnya berdiri 21 bangunan yang tersebar membentuk komunitas mungil bernuansa klasik New England, termasuk gereja bersejarah yang telah dipugar dan beberapa rumah hunian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, di dalam desa ini juga terdapat rumah bergaya Greek Revival, lumbung antik, hingga garasi multibay berukuran besar. Seluruh fasilitas tersebut membuka peluang bagi pembeli untuk membangun komunitas mandiri maupun mengembangkan kawasan sewa dengan konsep destinasi yang berbeda.
Agen properti, Anna Boucher dari Summit Real Estate mengatakan desa tersebut sangat fleksibel untuk berbagai fungsi komersial. Bersama suaminya, Nathan Tuttle, ia juga tengah mengelola sebagian unit rumah sebagai tempat tinggal sewa.
Menurut Boucher, kawasan itu berpotensi menjadi lokasi pernikahan, pusat acara, hingga penginapan konsep bed and breakfast. Saat ini terdapat tujuh unit hunian yang sudah difungsikan sebagai hunian sewa.
Meski tampak seperti desa kuno yang telah berdiri ratusan tahun, Tuthill dalam bentuknya yang sekarang sebenarnya baru terbentuk sekitar empat dekade terakhir. Hampir seluruh bangunan di kawasan tersebut dipindahkan ke lokasi lain untuk membangun komunitas tematik bernuansa antik.
Boucher menjelaskan, hanya tiga bangunan yang benar-benar asli masih berada di desa tersebut, yakni rumah utama, gereja, dan satu rumah di sudut. Sisanya direlokasi dari berbagai wilayah di Maine bagian tengah sejak era 1980.
Penampakan desa di AS yang dijual oleh salah satu agen properti. Foto: Dok. Realtor |
Konsep desa antik ini merupakan gagasan mendiang Ken Tuttle, ayah mertua Boucher. Ia awalnya seorang kolektor barang antik sebelum akhirnya jatuh cinta pada rumah-rumah tua dan mulai menyelamatkannya dari pembongkaran.
Ken terinspirasi membangun desa tematik seperti Old Sturbridge Village di Massachusetts, sebuah museum hidup yang merekonstruksi suasana kota New England era 1830. Bedanya, ia ingin menghadirkan konsep serupa di Maine.
Seiring waktu, koleksinya terus bertambah, termasuk rumah bergaya Federal yang sebelumnya terancam dihancurkan. Kini, kompleks tersebut juga memiliki bangunan baru yang dirancang menyerupai arsitektur periode klasik agar tetap selaras secara visual.
Saat ini, bangunan paling megah di kawasan itu adalah rumah utama empat kamar tidur dengan garasi tiga mobil, yang dulunya merupakan rumah kapten laut pada 1840 dan baru saja rampung direnovasi. Seluruh bangunan disebut berada dalam kondisi baik.
Selain nilai historis, kawasan ini juga menawarkan lahan terbuka luas dengan pepohonan rimbun serta fasilitas berkuda. Ada juga lumbung dengan dua kandang kuda dan padang rumput yang masih bisa dibuat untuk arena hewan.
Beberapa lumbung dan garasi juga menyimpan potensi pendapatan tambahan. Garasi multibay bahkan dinilai ideal untuk dialihfungsikan menjadi ruang pameran koleksi mobil bernilai tinggi.
Boucher menilai calon pembeli kemungkinan seseorang yang punya visi besar ataupun investor luar negara bagian yang ingin memaksimalkan potensi sewa dan destinasi acara.

