Mantan CEO Starbucks Howard Schultz mengumumkan akan pindah rumah ke Florida. Ia telah membeli sebuah penthouse seharga US$ 44 juta atau setara dengan Rp 743 miliar (kurs Rp 16.903) di Four Seasons Private Residences, Surfside.
Tempat tinggalnya yang baru ini memiliki luas 510 meter persegi. Di dalamnya terdapat lima kamar tidur dan teras atap, serta dilengkapi dengan cabana tepi laut, seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal.
Kabar ini ia umumkan melalui LinkedIn pribadinya. Ia bergabung dengan beberapa miliarder yang juga angkat kaki dari Washington. Dilansir Realtor, hal ini dikarenakan daerah tersebut akan menaikkan pajak kekayaan bagi orang kaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari Schultz menyatakan akan pindah rumah, Dewan Perwakilan Rakyat di Washington baru saja menyetujui rancangan undang-undang (RUU) pajak penghasilan yang akan memengaruhi siapa pun yang penghasilannya mulai dari US$ 1 juta atau Rp 16 miliar.
RUU ini akan dikirim ke Senat. Penduduk terkaya di negara bagian itu akan dikenakan pajak sebesar 9,9 persen atas pendapatan tahunan di atas US$ 1 juta. Rancangan undang-undang itu lolos di Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemungutan suara yang tegang dengan hasil 51-46 setelah debat selama 13 jam.
Menurut Forbes, pengusaha berusia 72 tahun tersebut ditaksir memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 3,5 miliar atau Rp 59 triliun. Sumber kekayaan terbesarnya berasal dari Starbucks. Ia berjasa mengembangkan bisnis tersebut dari sebelumnya hanya usaha toko kecil menjadi jaringan waralaba yang tersebar di seluruh dunia dan menjadi salah satu merek toko kopi terkemuka di dunia.
Sementara itu, Schultz sendiri sudah tinggal di Seattle selama 47 tahun lamanya. Oleh karena itu, kepindahannya ini cukup mengejutkan. Forbes mengatakan alasan banyak miliarder memilih Florida karena tidak ada pajak penghasilan di negara bagian tersebut. Orang kaya di sana berarti bisa hemat puluhan juta dolar setiap tahun.
Florida juga memiliki lingkungan peraturan yang relatif pro-bisnis dan Miami khususnya telah menjadi pusat bagi perusahaan rintisan teknologi, perusahaan modal ventura, dan lembaga keuangan. Lingkungan perumahan super eksklusif di daerah tersebut, termasuk pulau Indian Creek, menyediakan privasi dan keamanan, serta kehidupan dan fasilitas mewah.
