Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan membangun cerucuk kayu dolken di bantaran Kali Ciliwung, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, lokasi rumah amblas akibat longsor pada Jumat (6/3/2026).
Menurut warga setempat yang rumahnya amblas, Istiqomah, Dinas SDA sudah datang sejak Minggu (8/3/2026). Namun, pemasangan cerucuk baru dikerjakan pada keesokan harinya karena cuaca.
"Sama SDA sih lagi dipatok pake kayu pinggir-pinggir sungainya. Dia bilang turap untuk jalanan. Biar ada penyangga. Biar tanahnya nggak bergerak lagi. Terus sekalian itu sedikit-sedikit dia ngebuangin puing-puingnya (bangunan)," ungkap perempuan yang kerap disapa Komang kepada detikcom pada Selasa (10/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi DKI Jakarta juga memberikan bantuan berupa perlengkapan bayi, sembako, hingga nasi kotak untuk warga yang rumahnya terdampak longsor.
Setelah kejadian ini, ia belum ada rencana untuk pindah. Namun, ia tidak menolak jika Pemprov Jakarta ingin meratakan bangunan di bantaran Sungai Ciliwung ini. Dinas SDA juga sudah melakukan survei di lingkungannya, termasuk mengecek status kepemilikan lahan.
"Kalau pindah sih, saya kayaknya nggak. Nunggu digusur aja," ujarnya.
Komang menyatakan tidak masalah jika rumahnya harus dibongkar demi keselamatan, tetapi gantinya adalah ganti rugi yang sesuai dengan nilai rumah lamanya. Jika diganti dengan unit di rumah susun (rusun), menurutnya kurang tepat karena beberapa rusun di Jakarta statusnya sewa.
"Mendingan ganti untung nggak sih? Kita bisa pilih kita mau di mana, mau di daerah mana. Kalau rusun tetap sewa kan? Kebersihan, keamanan, bayar air," sebutnya
Ia menambahkan rencananya rumah yang paling dekat dengan titik longsor dan bersebelahan dengan rumah orang tuanya akan dihancurkan. Hal ini untuk mencegah rumah yang lain ambruk ketika ada longsor susulan.
Komang berharap setelah ini pemerintah Jakarta bergerak untuk mengatasi masalah longsor di bantaran Sungai Ciliwung ini. Sebelumnya pada periode Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) area ini sempat mendapat perhatian dan hendak direlokasi. Pada beberapa lokasi sudah dipasang penanda, tetapi rencana ini tidak dilanjutkan di masa gubernur setelahnya.
"Mudah-mudahan aja nanti dari gubernur (Pramono Anung) kali mau pasang patok itu. Ngelanjutin itunya Ahok. Waktu itu, Pak Ahok sampai itu doang, ada batasnya belum sampai rumahku patoknya. Berhenti karena Pak Ahok berhenti menjabat," ungkapnya.
(aqi/das)
