Perang antara Iran dan Amerika Serikat-Israel masih berlanjut, berimbas pada negara-negara di Timur Tengah. Sebuah gedung pencakar langit terkena serpihan drone Iran di Dubai.
Dilansir dari News18, drone yang diluncurkan oleh Iran pada Sabtu (7/3) berhasil dicegat. Namun, serpihannya menghantam 23 Marina Tower di Dubai.
Serangan terhadap gedung apartemen itu terletak di kawasan tepi laut Dubai Marina. Imbas hantaman tersebut menimbulkan asap tebal yang terlihat dari lingkungan sekitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
23 Marina Tower Dubai terkena serpihan drone Iran Foto: X via News18 |
Cuplikan video menunjukkan kepulan asap dan api dari gedung pun viral di media sosial.
Pihak berwenang belum mengungkapkan besarnya kerusakan gedung yang disebabkan oleh serangan tersebut. Namun, mereka telah mengonfirmasikan serangan benar terjadi kawasan Dubai Marina.
"Pihak berwenang mengonfirmasikan bahwa puing-puing yang dihasilkan dari operasi pencegahan yang berhasil menyebabkan insiden kecil di fasad sebuah menara di Dubai Marina. Situasi telah terkendali. Tidak ada laporan korban luka," kata Kantor Media Dubai, dikutip dari News18, Minggu (8/3/2026).
Apartemen mewah itu merupakan hunian bagi ekspatriat kaya, profesional internasional, dan investor asing. Sebagian penghuni sudah dievakuasi.
Dikutip dari Metropolitan Premium Properties, 23 Marina Tower adalah gedung pencakar langit setinggi 88 lantai, menjadi salah satu gedung tertinggi di Dubai. Isinya terdiri dari apartemen dan penthouse.
Gedung ini berada di distrik Dubai Marina, lokasi di mana banyak situs, atraksi, dan fasilitas komersial ikonik.
Apartemen itu dikembangkan oleh Emaar Properties, lalu dilanjutkan oleh Hircon International LLC. Pembangunan 23 Marina Tower memakan waktu enam tahun sejak 2006 dam rampung pada 2012.
Bangunan dirancang dengan desain unik. Bentuk gedung mirip seperti pulpen.
(dhw/abr)












































