Serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, berimbas pada banyaknya bangunan di Iran mengalami kerusakan. Salah satunya adalah Istana Golestan yang mengalami sejumlah kerusakan bangunan akibat puing rudal yang diluncurkan oleh Israel-AS.
Istana Golestan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO yang terdampak akibat serangan rudal dan saat ini mengalami kerusakan. Bangunan bersejarah tersebut dilaporkan beberapa bagiannya runtuh akibat serangan gabungan yang terjadi pada Minggu malam. Serangan tersebut menghantam Alun-alun Arag di selatan Teheran, yang berada di zona penyangga kompleks istana bersejarah itu.
Dilansir dari Money Control, Selasa (3/3/2026), sejumlah bagian bangunan istana terdampak gelombang kejut ledakan. Jendela, pintu, serta elemen ornamen cermin khas Qajar di dalam kompleks istana mengalami kerusakan akibat getaran hebat dari serangan udara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bekas istana kerajaan Iran itu terkena dampak tidak langsung dari puing-puing dan tekanan ledakan. Meskipun tidak menjadi target utama dalam penyerangan, lokasi serangan yang sangat dekat membuat bangunan berusia ratusan tahun itu tak luput dari kerusakan.
Aula Singgasana Cermin yang ikonik serta sebagian koleksi museum di dalam kompleks istana telah dievakuasi lebih awal ke tempat penyimpanan aman. Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan keamanan, termasuk selama perang 12 hari pada Juni 2025 silam.
Langkah evakuasi tersebut dinilai berhasil mencegah kerusakan lebih besar pada artefak bersejarah. Namun demikian, struktur bangunan istana sebagai warisan arsitektur tetap tidak sepenuhnya terlindungi.
Istana Golestan Rusak Dihantam Puing Rudal Foto: Iran Today's via X @Iran |
Sebagai latar belakang, Istana Golestan merupakan pusat kekuasaan Iran pada masa Dinasti Qajar dan tetap berfungsi sebagai simbol pemerintahan hingga era Pahlavi. Kompleks ini resmi masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2013 karena dinilai sebagai mahakarya arsitektur yang memadukan tradisi Persia dengan pengaruh Barat.
UNESCO menekankan bahwa kompleks Istana Golestan terdiri dari delapan bangunan utama dan Taman Golestan sebagai pusat hijau kawasan, dengan ruang-ruang terkenal seperti Aula Cermin, Teras Singgasana Marmer, dan gedung bangunan lima lantai, Shams-ol-Emareh.
UNESCO dalam unggahan di akun X resminya, turut mengonfirmasi bahwa Istana Golestan dilaporkan rusak akibat puing-puing dan gelombang kejut pasca serangan udara di Lapangan Arag. Organisasi tersebut menyatakan keprihatinannya dan akan terus memantau situasi perlindungan warisan budaya di Iran dan kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya, UNESCO juga mengingatkan bahwa kekayaan budaya dilindungi oleh hukum internasional, termasuk Konvensi Den Haag 1954 dan Konvensi Warisan Dunia 1972.
UNESCO bersama dengan PBB juga telah mengkomunikasikan kepada semua pihak terkait koordinat geografis situs-situs dalam daftar warisan dunia dan situs yang mengalami signifikansi nasional, guna menghindari potensi kerusakan akibat perang.
"UNESCO terus memantau secara cermat situasi warisan budaya di negara ini dan di seluruh wilayah, dengan tujuan untuk memastikan perlindungannya," tulis UNESCO dalam keterangan, seperti dikutip Money Control.
Kerusakan Istana Golestan kembali menegaskan rapuhnya bangunan bersejarah di tengah konflik geopolitik. Meskipun telah berstatus warisan dunia yang seharusnya dilindungi dari dampak perang.












































