Dulu Tak Semua Rumah Punya Kamar Mandi, Hanya Bangsawan yang Boleh!

Dulu Tak Semua Rumah Punya Kamar Mandi, Hanya Bangsawan yang Boleh!

ilham fikriansyah - detikProperti
Senin, 02 Mar 2026 19:27 WIB
Dulu Tak Semua Rumah Punya Kamar Mandi, Hanya Bangsawan yang Boleh!
Ilustrasi toilet. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawf8
Jakarta -

Setiap rumah kini diwajibkan untuk memiliki setidaknya satu kamar mandi. Tempat ini digunakan untuk buang air kecil, buang air besar, dan membersihkan badan bagi seluruh penghuninya.

Jika kamar mandi merupakan hal wajib di setiap rumah, lain halnya dengan zaman dahulu. Hanya orang-orang tertentu saja yang diizinkan membangun kamar mandi di dalam tempat tinggalnya.

Dilansir dari Futura Sciences, Senin (2/3/2026), pada Abad Pertengahan memiliki kamar mandi pribadi merupakan tanda status sosial. Jadi, bukan suatu kewajiban yang dimiliki oleh setiap pemilik rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki toilet pribadi di zaman itu. Misalnya, bangsawan Inggris yang tinggal di istana masing-masing akan memiliki kamar mandi pribadi pada setiap kamar tidurnya.

Lalu, pada setiap aula besar di dalam istana memiliki setidaknya satu kamar mandi yang terletak di sudut ruangan. Tujuannya agar para bangsawan tak perlu repot-repot kembali ke kamar tidur hanya untuk buang air.

ADVERTISEMENT

Meski terletak di luar kamar tidur pribadinya, toilet itu pun tidak boleh digunakan selain bangsawan. Lantas, para pelayan atau orang yang tidak memiliki status sosial harus menggunakan kamar mandi umum yang cenderung bau dan kotor.

Selain itu, para bangsawan setidaknya memiliki seorang pelayan khusus kamar mandi. Tugas mereka hanya untuk membersihkan kamar mandi pribadi bangsawan agar tetap bersih dan nyaman saat digunakan.

Punya kamar mandi pribadi hingga pelayan khusus menandakan jika orang tersebut punya status penting. Tak sekadar gelar bangsawan, tapi juga punya kekuasaan besar yang dapat memengaruhi kerajaan di Abad Pertengahan.

Tugas Pelayan Khusus Kamar Mandi Bangsawan yang Bikin Mual

Jika mengira pelayan khusus kamar mandi bangsawan adalah tugas yang mudah, detikers salah besar. Justru banyak orang yang kurang menyukai pekerjaan ini bahkan lebih baik menghindarinya. Kenapa?

Beda dengan petugas kebersihan di era sekarang yang menggunakan alat canggih dan cairan pembersih yang wangi, para pelayan kamar mandi di zaman dahulu harus mengumpulkan kotoran para bangsawan dengan tangan kosong.

Mereka harus mengosongkan lubang pembuangan air dan sumur limbah dari sisa-sisa kotoran. Jika tidak dibersihkan maka kotoran yang menumpuk bisa menghambat saluran air.

Selain itu, mereka harus bekerja dari pukul 21.00 sampai 05.00 pagi selama setiap hari. Cara itu dilakukan agar bangsawan bisa menggunakan kamar mandi dengan bersih dan nyaman di keesokan harinya.

Lebih nahas lagi, para pelayan kebersihan tersebut mendapatkan upah sesuai dengan jumlah kotoran yang dibuang. Semakin banyak kotoran yang dikumpulkan maka upah yang didapat semakin besar.

Selama kamar mandi dibersihkan, para bangsawan disediakan pispot di setiap kamar tidur. Apabila mereka sudah tidak tahan untuk buang air di tengah malam, maka bisa menggunakan pispot sebagai solusi cepat.

Meski hanya membersihkan kamar mandi dan kotoran, tapi pekerjaan ini dianggap cukup menyulitkan di Abad Pertengahan. Sebab, risikonya cukup besar karena membahayakan kesehatan.

Di zaman tersebut belum ada pemahaman soal cara membuang tinja dengan tepat dan aman, sehingga kuman dan bakteri yang terdapat di kotoran manusia bisa membahayakan kesehatan para petugas kebersihan.




(ilf/ilf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads