Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan, bukan hanya karena situasinya yang memanas di lapangan hijau, tetapi juga langkah bisnis besarnya di sektor properti dan perhotelan. Megabintang asal Portugal itu tancap gas menyiapkan ekspansi bisnis hotel dan bar bermerek CR7 ke Inggris.
Dilansir dari The Sun, Sabtu (28/2/2026), Ronaldo disebut tengah bersiap memperluas kerajaan hotel dan barnya ke Inggris melalui kemitraan dengan jaringan hotel asal Portugal, Pestana. Langkah ini dilakukan setelah Pestana CR7 mengajukan pendaftaran merek dagang di Inggris.
Pendaftaran tersebut membuka jalan bagi ekspansi bisnis di Negeri Ratu Elizabeth. Sekaligus, mengindikasikan langkah serius Ronaldo untuk masuk ke pasar properti Inggris, bukan sekadar rumor bisnis semata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronaldo telah bekerja sama dengan Pestana sejak 2016 untuk mengembangkan resor dan bar bermerek CR7. Saat ini, jaringan tersebut sudah memiliki hotel di Madeira, Lisbon, Madrid, New York, dan Maroko, dengan konsep lifestyle hotel yang menyasar pasar urban dan penggemar sepak bola global. Bahkan, sebelum di Inggris dikabarkan juga Ronaldo sedang memperluas jaringan hotelnya di Paris.
Dalam laporan The Sun turut menyebutkan bahwa Ronaldo melihat Inggris sebagai pasar yang sangat potensial. Ia masih memiliki basis penggemar besar, terutama di Manchester, kota yang pernah membesarkan namanya bersama Manchester United. Popularitas itulah yang dinilai menjadi modal kuat untuk membuka hotel atau bar CR7 di sana.
Melansir Manchester Evening News, rencana ekspansi ini muncul bersamaan dengan sikap Ronaldo yang menentang wacana pensiun dari sepak bola profesional. Meski usianya sudah menginjak 41 tahun, striker legendaris itu justru dinilai sedang menyiapkan fondasi kuat untuk kehidupan pasca kariernya, salah satunya melalui bisnis properti dan perhotelan.
Pestana CR7, bisnis hotel milik bintang sepak bola Cristiano Ronaldo. Foto: Dok. Pestana CR7 |
Langkah agresif di dunia bisnis ini kontras dengan situasi Ronaldo di lapangan. Berdasarkan catatan detikSport, Ronaldo baru-baru ini tengah melewati masa rumit bersama Al-Nassr. Ia sempat mogok bermain dalam dua laga beruntun sebagai bentuk protes terhadap kebijakan transfer yang dinilai tidak adil.
Ronaldo disebut kecewa dengan peran Public Investment Fund (PIF) yang dianggap lebih memprioritaskan Al Hilal dibanding Al-Nassr. Ketimpangan belanja pemain, termasuk minimnya transfer di kubu Al-Nassr, juga memicu frustasi sang megabintang.
Meski demikian, Ronaldo dipastikan segera kembali ke lapangan setelah tuntutannya dipenuhi manajemen klub, termasuk penyelesaian tunggakan gaji karyawan. Ia dijadwalkan comeback di Liga Arab Saudi, menegaskan bahwa performa individunya masih menjadi andalan meski konflik internal sempat memanas.
Di tengah masa sulitnya itu, Bloomberg Billionaires Index turut melaporkan kekayaan bersih Ronaldo diperkirakan mencapai Β£ 1,04 miliar atau sekitar Rp 23 triliun (kurs Rp 22.610). Ekspansi hotel CR7 ke Inggris menjadi sinyal kuat bahwa sang ikon sepak bola sedang membangun 'kerajaan hotel' jangka panjang. Saat kariernya diguncang drama di Timur Tengah, Ronaldo justru menatap Eropa sebagai peluang bisnis properti.
(das/das)











































