Pasar properti di Bandung, khususnya wilayah timur, menunjukkan pergerakan yang semakin aktif dalam beberapa waktu terakhir. Peningkatan minat terhadap hunian tapak dengan harga menengah dinilai menjadi salah satu pendorong geliat tersebut.
Di tengah tren itu, Mekar Lodji Parahyangan merealisasikan akad kredit pemilikan rumah (KPR) perdana bersama Bank Tabungan Negara (BTN) di Kantor Cabang Bandung, Sabtu (14/2/2026). Proses ini menjadi salah satu indikator bahwa transaksi pembelian rumah di kawasan tersebut mulai berjalan ke tahap pembiayaan.
Managing Director Mekar Lodji Parahyangan, Martinus Chandra, mengatakan peningkatan minat konsumen terlihat sejak peluncuran show unit pada akhir 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bandung Timur saat ini menjadi salah satu kawasan yang cukup diminati, terutama karena ketersediaan lahan dan harga yang masih relatif terjangkau dibanding pusat kota," ujar Martinus dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, realisasi akad KPR menunjukkan bahwa permintaan tidak hanya sebatas kunjungan atau pemesanan awal, tetapi sudah masuk tahap persetujuan kredit dan legalisasi pembelian.
"Akad KPR ini menandakan proses pembelian berjalan sesuai tahapan. Kami memfasilitasi konsumen agar proses pembiayaan melalui perbankan dapat dilakukan sesuai prosedur," katanya.
Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 26 hektare itu menawarkan beberapa tipe hunian, di antaranya tipe Alamanda (34/60 mΒ²) dan Bougenvil (40/70 mΒ²). Unit dipasarkan pada kisaran harga Rp300 jutaan hingga Rp600 jutaan, segmen yang dinilai masih menjadi incaran pembeli rumah pertama.
Selain faktor harga, aksesibilitas juga menjadi pertimbangan konsumen. Kawasan ini berada tidak jauh dari Gerbang Tol Cileunyi dan Stasiun Haurpugur, yang menghubungkan Bandung Timur dengan pusat kota maupun kawasan pendidikan Jatinangor.
Dari sisi pengembangan kawasan, pengembang menyebut telah menyiapkan sistem drainase terintegrasi dengan dua danau retensi yang terhubung ke Sungai Cimande sebagai bagian dari infrastruktur dasar.
Dengan mulai terealisasinya akad KPR, pergerakan transaksi di proyek ini mencerminkan dinamika pasar hunian Bandung Timur yang masih menunjukkan ruang pertumbuhan, seiring kebutuhan rumah tinggal di kawasan penyangga kota yang terus bertambah.
(zlf/zlf)











































