Masjid Al Jabbar jadi salah satu destinasi wisata religi favorit di Bandung, Jawa Barat. Punya desain arsitektur yang unik membuat masjid ini banyak dikunjungi orang, termasuk pemain sepak bola ternama seperti Layvin Kurzawa.
Bek Persib Bandung itu kedapatan mengunjungi Masjid Al Jabbar. Hal itu diketahui lewat unggahan foto di akun Instagram resminya @kurzawa.
Dalam foto tersebut, Kurzawa tengah duduk bersama temannya. Ia berfoto dengan latar belakang Masjid Al Jabbar yang megah dengan desain atap modern.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat Masjid Al Jabbar secara langsung, bek Persib itu mengakui keindahan arsitektur bangunannya. Kurzawa menyebut masjid itu jadi salah satu yang terindah di dunia.
Layvin Kurzawa berfoto di depan Masjid Al Jabbar. Foto: Dok. Instagram @kurzawa |
"Masjid Raya Al Jabbar. Terima kasih sudah menunjukkan salah satu masjid paling indah di dunia," tulis caption di postingan milik @kurzawa.
Sebagai informasi, Masjid Al Jabbar didesain oleh Ridwan Kamil yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Ia mendesain tempat ibadah itu sebagai masjid terapung nan megah dengan konsep Asmaul Husna.
Disebut sebagai masjid terapung karena seolah dibangun di tengah danau dengan air yang mengelilinginya. Faktanya, masjid ini dibangun dengan air yang mengelilingi bangunan pada empat sisi. Selain itu, permukaan air yang memantulkan bayangan Masjid Al Jabbar turut menambah kesan terapung.
Mengutip catatan detikJabar, Masjid Al Jabbar dibangun di atas lahan seluas 25,9 hektare. Karena mengusung konsep Asmaul Husna yang terdiri dari 99 nama baik Allah SWT, luas bangunan masjid ini adalah 99 x 99 meter persegi.
Masjid Al Jabbar Bandung. Foto: Wisma Putra |
Saking luasnya, Masjid Al Jabbar dapat menampung jamaah hingga mencapai 33.000 orang. Namun jika dikalkulasikan dengan area halaman, masjid ini dapat menampung hingga 60.000 jamaah.
Konsep Asmaul Husna tak hanya diterapkan pada luas bangunan saja, tapi juga empat menara Masjid Al Jabbar. Keempat menara itu memiliki ketinggian 99 meter.
Pada bagian puncak Masjid Al Jabbar didesain dengan elemen tusuk sate. Terdapat lima bola pada tusuk sate yang melambangkan lima rukun Islam.
Tidak hanya menyediakan ruang untuk salat, di dalam Masjid Al Jabbar juga terdapat sejumlah fasilitas, seperti tempat manasik haji, penginapan, perpustakaan, ruang pertemuan, hingga museum.
Pembangunan Masjid Al Jabbar turut melibatkan perajin-perajin lokal. Mereka bertugas untuk menghiasi masjid dengan beragam karya seni yang indah.
Beberapa karya seni yang dibuat perajin lokal adalah mozaik untuk paviliun wudhu, lampu Gentur di bawah mezanin, kerajinan tembaga di relung, kaca patri untuk koridor, kuningan di bagian railing dan mihrab, kayu jati untuk railing dan rak Al-Quran, dan standing AC.
Masjid Al Jabbar. Foto: Wisma Putra/detikJabar |
Masjid Al Jabbar dibangun dengan biaya mencapai Rp 1 triliun. Pada tahap pertama, pembangunan masjid ini memiliki anggaran Rp 511 miliar.
Meski mendapat kritik dari sejumlah kalangan masyarakat, Masjid Al Jabbar akhirnya diresmikan pada 30 Desember 2022. Usai rampung, masjid ini langsung menjadi daya tarik turis, khususnya bagi mereka yang ingin mengikuti wisata religi.



