Mark Zuckerberg tak hanya seorang pebisnis handal, tapi juga memiliki sejumlah aset properti yang mewah. Bahkan, CEO Meta itu memiliki sebuah kompleks pribadi yang di dalamnya terdiri dari 11 rumah megah. Wow!
Kompleks tersebut berada di kawasan Crescent Park, Palo Alto, California, Amerika Serikat. Zuckerberg awalnya membeli lahan seluas 522 meter persegi untuk dibangun sebuah hunian mewah yang nyaman pada 2011.
Alasan Zuckerberg membeli rumah di Palo Alto karena lokasinya yang nyaman dan tenang. Di sisi lain, rumah tersebut hanya berjarak 10 menit dari kantor pusat Meta di Menlo Park.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring waktu, nilai kekayaan Zuckerberg terus bertambah hingga menjadi seorang miliarder. Punya uang tak berseri, ia akhirnya membeli beberapa rumah lainnya di kawasan tersebut untuk mewujudkan impiannya membangun kompleks pribadi.
Dari yang awalnya cuma membeli 2-3 rumah mewah, akhirnya Zuckerberg memiliki total 11 rumah di dalam kawasan Crescent Park. Ia menghabiskan dana US$ 110 juta atau sekitar Rp 1,85 triliun (kurs Rp 16.830) demi mewujudkan kompleks pribadi super megah di California.
Tak sekedar hunian mewah, di dalam rumah Zuckerberg di Palo Alto juga terdapat fasilitas lengkap, mulai dari rumah khusus menjamu tamu, taman yang luas, lapangan pickle ball, dan kolam renang outdoor.
Salah satu rumah mewah milik Mark Zuckerberg di dalam kompleks elite di Palo Alto, California Foto: Dok. New York Post |
Dilansir dari situs Architectural Digest, Senin (16/2/2026), Zuckerberg bahkan memiliki sebuah rumah yang digunakan hanya untuk mengadakan pesta. Kalau tidak ada pesta, bangunan tersebut dibiarkan kosong.
Tak cuma yang terlihat di daratan, Zuckerberg juga memiliki ruangan bawah tanah di dalam kompleks pribadinya. Sejumlah tetangga sekitar menganggap sebagai bunker alih-alih ruang bawah tanah untuk tempat berkumpul keluarga.
Meski tidak diketahui pasti apa fungsi ruangan bawah tanah itu, tapi satu hal yang pasti adalah Zuckerberg memiliki ketertarikan terhadap ruang bawah tanah. Sebab, ia juga memiliki sebuah 'bunker' di rumah mewahnya di Kauai, Hawaii.
Kompleks Mewah Mark Zuckerberg yang Dikecam Para Tetangga
Pembangunan kompleks mewah Zuckerberg di Palo Alto tak lepas dari kontroversi. Sebab, warga sekitar kesal lantaran proyek pembangunan rumah itu berlangsung selama lebih dari delapan tahun.
Selama proyek berjalan, warga mengeluh jalanan selalu dipenuhi dengan kendaraan berat yang hilir mudik sehingga menyebabkan polusi udara. Belum lagi suara bising dari alat berat telah mengganggu kenyamanan para warga sekitar selama bertahun-tahun.
Di sisi lain, sejumlah tetangganya mengeluh soal sistem kamera pengawas milik Zuckerberg yang justru memantau gerak-gerik mereka. Hal ini dinilai mengganggu privasi dan bikin tidak nyaman.
Beberapa sumber menyebut Zuckerberg akan memperluas lagi kompleks pribadinya di Palo Alto dengan membeli sejumlah rumah warga. Tak tanggung-tanggung, Bos Facebook itu siap membayar 2-3 kali lipat lebih tinggi dari nilai rumah di kawasan tersebut.
Namun, rencana perluasan kompleks pribadi Zuckerberg tampaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat. Sebab, ia dikabarkan bakal pindah dari Palo Alto menuju sebuah pulau di Florida, Amerika Serikat.
Zuckerberg dikabarkan pindah ke sebuah pulau bernama Indian Creek Island. Pulau itu disebut yang paling elite dan sangat ketat di Florida, sehingga tak bisa sembarangan dimasuki oleh orang.
Alasan Zuckerberg pindah ke Florida karena enggan dipajaki. Soalnya, pemerintah California berencana akan menarik pajak tinggi sebesar 5% dari masyarakat yang punya aset lebih dari US$ 1 miliar.
Sementara itu, Florida tidak menerapkan pajak penghasilan negara bagian sehingga sangat menguntungkan bagi para miliarder, termasuk Mark Zuckerberg.
Rencananya, Zuckerberg akan pindah ke sebuah rumah mewah yang terletak di tepi pantai Indian Creek Island pada April. Harga properti itu sendiri mencapai US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,3 triliun.

