Ada banyak gedung pencakar langit yang tersebar di seluruh dunia. Sebut saja Burj Khalifa di Dubai yang punya ketinggian 828 meter dan dinobatkan sebagai gedung tertinggi di dunia hingga saat ini.
Menariknya, ada satu negara yang memiliki banyak sekali gedung pencakar langit. Jika berpikir Amerika Serikat atau Uni Emirat Arab (UEA) ternyata salah, karena jawaban yang tepat adalah China.
Menurut data Tallest Building oleh situs Skyscraper Center, lima dari 10 gedung pencakar langit tertinggi di dunia letaknya ada di China. Gedung-gedung itu adalah Shanghai Tower (632 meter), Ping An Finance Center (599 meter), Guangzhou CTF Finance Centre (530 meter), Tianjin CTF Finance Centre (530 meter), dan CITIC Tower (528 meter).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana bisa China memiliki banyak gedung pencakar langit? Ternyata semua itu berawal dari pesatnya perkembangan ekonomi di Negeri Tirai Bambu.
Dilansir situs Think China, Minggu (15/2/2026) selama beberapa dekade terakhir perkembangan ekonomi di China terus melesat. Sejumlah kota mulai membangun gedung-gedung pencakar langit untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang terbatas.
Gedung tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai ruang kantor seiring tumbuhnya perekonomian di China. Selain itu, beberapa lantai juga disewakan untuk hotel bintang lima karena menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Alhasil, hampir setiap provinsi di China telah memiliki gedung pencakar langit sendiri. Tidak hanya berfokus di Ibu Kota China, Beijing, saja, tapi juga berdiri di kota-kota seperti Shenzhen, Shanghai, Guangzou, Tianjin, hingga Wuhan.
The Ping An Finance Center Foto: Getty Images/iStockphoto/Juan Carlos fotografia |
Kala itu, muncul paham bahwa semakin banyaknya gedung pencakar langit yang megah merupakan simbol modernisasi suatu kota. Selain itu, mereka juga cenderung membangun gedung-gedung aneh yang desainnya nyentrik, mahal, dan mengonsumsi banyak energi.
Menurut data di 2018, sebanyak 88 gedung pencakar langit dengan ketinggian lebih dari 200 meter dibangun di China. Angka tersebut mencakup hampir dua pertiga dari total gedung tinggi di seluruh dunia.
Bahkan, China akan memiliki gedung pencakar langit baru yakni Goldin Finance 177 di Tianjin. Proyek gedung setinggi 597 meter itu kembali dilanjutkan setelah sempat mangkrak sejak 2015 akibat kesulitan keuangan besar.
Selain itu, ada juga gedung pencakar langit bernama Chengdu Greenland Tower yang akan dilanjutkan pembangunannya tahun ini. Proyek tower setinggi 468 meter itu sempat terhenti sejak 2023 karena pengembangnya mengalami kesulitan keuangan.
Sayangnya, tak semua pembangunan gedung pencakar langit di China bisa terwujud. Contohnya Menara Sky City di Changsa yang rencananya dibangun setinggi 838 meter. Niat hati ingin menyalip Burj Khalifa dan merebut tahta gedung tertinggi di dunia, tapi sampai sekarang Sky City tak pernah dibangun.
Pembangunan Gedung Pencakar Langit Akhirnya Dibatasi
Gedung Goldin Finance 117 di Tianjin, China. Foto: Tianjin |
Saking banyaknya gedung pencakar langit, pemerintah China akhirnya membuat regulasi baru. Pemerintah telah melarang pembangunan gedung yang tingginya lebih dari 500 meter serta memberlakukan pembatasan ketat pada pembangunan gedung yang tingginya lebih dari 250 meter.
Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan China juga mengeluarkan pemberitahuan tentang perencanaan dan pembangunan gedung pencakar langit super tinggi. Seluruh provinsi diimbau harus 'menginjak rem' agar tidak lagi membangun gedung pencakar langit ratusan meter.
Soalnya, tingkat kekosongan kantor di gedung pencakar langit di berbagai kota relatif tinggi, bahkan mencapai lebih dari 40 persen. Selain itu, beberapa gedung tinggi di China juga kurang dimanfaatkan dengan baik sehingga terjadi pemborosan sangat besar usai rampung dibangun.
Selain itu, pemerintah China tengah mengevaluasi aturan soal pembangunan gedung pencakar langit. Sebab, gedung SEG Plaza di Shenzhen sempat mengalami goyang pada Mei 2021 dan menyebabkan orang-orang di dalam panik.
Memang, kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun, menara setinggi 300 meter yang bergoyang menjadi pertanda kalau regulasi pembangunan gedung pencakar langit harus dikaji ulang demi keamanan.
(ilf/abr)













































