Pernah menonton drama China (Dracin) yang berlatar belakang dinasti Tiongkok di masa lampau? Jika iya, ada satu hal yang menarik untuk dikulik, yakni arsitektur bangunan rumah tradisional.
Pada zaman dahulu, kebanyakan rumah tradisional di China mengusung gaya arsitektur siheyuan. Apakah itu?
Dilansir situs Rethinking The Future, Jumat (13/2/2026), siheyuan merupakan salah satu desain rumah yang telah diterapkan di China sejak 4.000 tahun lalu. Jika diterjemahkan, kata sihyeuan memiliki arti "empat bangunan yang mengelilingi satu halaman" atau bisa juga diartikan "segi empat" yang merujuk pada halaman rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri utama dari rumah bergaya siheyuan yakni berbentuk persegi panjang dan terdapat tembok yang mengelilingi seluruh bangunan. Lalu, rumah dibangun secara terpisah untuk tujuan tertentu, seperti area untuk beristirahat, menerima tamu, dan memasak.
Tata letak rumah bergaya siheyuan juga tidak sembarangan. Bagian depan rumah sengaja menghadap ke selatan, termasuk pintu gerbang dan rumah utama. Posisi bangunan yang menghadap ke selatan diyakini bisa membawa keberuntungan, keberkahan, rezeki melimpah, dan kebahagiaan dalam ilmu feng shui.
Selain itu, bangunan rumah yang menghadap ke selatan memungkinkan angin dapat mengalir lewat rumah saat musim panas sehingga penghuni tidak merasa gerah. Tata letak bangunan ini juga dapat melindungi dari angin dingin ketika musim dingin.
Ciri khas lainnya dari gaya rumah siheyuan yakni terdapat halaman di bagian tengah rumah. Menurut ilmu feng shui, penempatan halaman di tengah rumah dapat menciptakan keharmonisan antara manusia dan alam sekaligus menyeimbangkan yin dan yang.
Rumah tradisional China bergaya siheyuan yang di tengahnya terdapat halaman. Foto: Wikimedia Commons/CCA 4.0 |
Halaman sengaja dirancang di tengah rumah agar bisa memaksimalkan cahaya alami dan memberikan perlindungan dari angin utara. Selain itu, halaman di tengah rumah turut membantu mengurangi kebisingan dan debu yang bisa masuk ke interior rumah.
Rumah bergaya siheyuan hanya punya satu pintu yang ada di gerbang depan yang disebut Da Men. Lebar pintu rumah juga berbeda-beda tergantung pada status dan kekayaan pemiliknya, kalau semakin lebar pintunya maka pemilik rumah itu orang kaya.
Bagi sejumlah keluarga kaya, mereka bisanya menambahkan bangunan baru di bagian belakang yang bernama Houzhaofang. Bangunan ini kerap dijadikan sebagai tempat tinggal anak perempuannya agar tidak dilihat oleh orang lain. Jika tidak memiliki anak perempuan, bangunan itu biasanya digunakan sebagai gudang.
Baca juga: Kenapa Dekorasi Imlek Identik Warna Merah? |
Keunikan lain dari rumah bergaya siheyuan yakni hanya terdiri dari satu lantai. Sebab, hanya bangunan istana kekaisaran saja yang boleh dibangun lebih dari satu lantai agar menunjukkan kekuasaannya dalam pemerintahan.
Agar bangunan tahan dari gempa dan memberikan kenyamanan saat musim dingin, umumnya masyarakat China membangun rumah siheyuan dari material kayu. Sementara untuk tembok yang mengelilingi bangunan menggunakan material beton agar lebih kokoh dan awet.
Pada hunian modern bergaya siheyuan umumnya sudah menggunakan kombinasi material kayu dan semen. Namun, ada juga yang tetap memilih material kayu agar tetap terlihat tradisional.
Rumah bergaya siheyuan tidak hanya mengutamakan ilmu feng shui, tapi juga menunjukkan karakteristik masyarakat China tentang hierarki yang sangat ketat di masa lalu. Maka dari itu, tata letak tempat tinggal sepenuhnya didasarkan dari aturan sistem hierarki demi mempertahankan status anggota keluar.
(ilf/das)











































