Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) disebut akan menginisiasi pertemuan antara konsumen Meikarta yang tergabung dalam Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen Meikarta (PKPM) dengan pengembang Meikarta. Pertemuan ini akan membahas soal kelanjutan refund unit Meikarta.
Ketua PKPKM Yosafat Erland menyampaikan hal tersebut usai diterima masuk untuk berdialog dengan perwakilan Kementerian PKP, yaitu Direktur Pembinaan Usaha Perumahan dan Perlindungan Konsumen Kementerian PKP Mulyansari. Pertemuan itu berlangsung sekitar setengah jam.
"Dari pertemuan hari ini, Kementerian (PKP) mencoba menginisiasi pertemuan lagi, ngundang Bank Nobu, Meikarta. (Kapan?) Minggu-minggu depan," ujar Yosafat saat ditemui di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yosafat menuturkan pada minggu depan, PKPKM juga akan melakukan aksi damai lagi. Namun, ia tak memberikan waktu pastinya kapan.
Terkait anggota PKPKM yang sudah terima refund, dari 25 konsumen baru sembilan konsumen saja yang menerima. Dari sembilan konsumen itu, hanya satu orang yang dapat full refund, yang lainnya dipotong 20 persen.
Sementara itu, ada 16 konsumen anggota PKPKM yang belum mendapatkan refund. Total refund yang harus dikembalikan kepada mereka, kata Yosafat, sekitar Rp 2 miliar.
"(Total refund) saya belum tahu pasti, tapi masih di atas Rp 2 M," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, konsumen Meikarta yang tergabung dalam PKPKM melakukan aksi di depan kantor Kementerian PKP yang berlokasi di Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Aksi tersebut dilakukan agar konsumen Meikarta mendapat kejelasan terkait refund unit Meikarta yang dibantu fasilitasi oleh Kementerian PKP.
"Kami tidak butuh. Kita tidak butuh janji-janji sekadar penundaan yang terus berulang. Yang kita butuh adalah hak kita kembali," ujar Ketua PKPKM Yosafat Erland saat orasi.
(abr/das)










































