Broker Sebut Konsumen Lebih Hati-hati Beli Properti, Ini Alasannya

Broker Sebut Konsumen Lebih Hati-hati Beli Properti, Ini Alasannya

Zulfi Suhendra - detikProperti
Rabu, 11 Feb 2026 15:35 WIB
Ilustrasi serah terima kunci pembelian properti rumah pertama
Foto: Freepik
Jakarta -

Pasar properti nasional masih bergerak di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Meski konsumen kini lebih berhati-hati, aktivitas jual beli dan sewa properti tetap berlangsung, terutama untuk memenuhi kebutuhan hunian dan investasi jangka panjang.

Pelaku industri menilai pasar saat ini sedang berada dalam fase penyesuaian. Direktur LJH Realty Indonesia, Oka Mahendra mengatakan, konsumen saat ini cenderung lebih selektif, mulai dari memilih lokasi, harga, hingga mempertimbangkan skema pembiayaan sebelum mengambil keputusan.

"Properti bukan hanya soal jual beli aset bernilai besar. Ada kepercayaan, rasa aman, dan kualitas pelayanan yang harus dijaga," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, masyarakat yang ingin membeli properti kian berhati-hati, baik di pasar primary maupun secondary. Banyak konsumen membutuhkan bantuan untuk mencari properti yang sesuai, melakukan negosiasi, hingga memastikan kelengkapan dokumen.

Dikatakannya, dari sisi pembiayaan, bank-bank penyalur KPR juga semakin agresif menawarkan produk dengan bunga dan tenor yang lebih menarik. Hal ini dinilai membantu menjaga minat masyarakat untuk tetap masuk ke pasar properti, meski dengan pertimbangan yang lebih matang.

ADVERTISEMENT

Pengakuan terhadap para pelaku di balik transaksi properti tercermin dari berbagai ajang apresiasi industri. Salah satunya melalui Awards Annual 2026 Parade of Excellence yang digelar LJH Realty Indonesia untuk memberikan penghargaan kepada individu dan mitra yang dinilai berkontribusi sepanjang 2025.

Penerima Lifetime Achievement Award, Hanny Koswidjaja, menilai pasar properti di kawasan mapan seperti Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih menunjukkan pergerakan.

"Transaksi di pasar secondary masih cukup ramai. Kompleksitas transaksi membuat kebutuhan akan pendampingan tetap besar," katanya.

Sementara itu, Yuliana Yusni, konsultan properti di Batam, melihat peluang pasar masih terbuka, terutama di kota dengan aktivitas industri yang kuat.

"Permintaan tidak hanya untuk hunian, tapi juga ruko dan gudang," ujarnya.




(zlf/zlf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads