Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat gebrakan. Kali ini, ia berambisi membangun sebuah gapura kemenangan setinggi 76 meter di Washington DC. Rencana ini menuai kritik karena dinilai berlebihan dan berpotensi mengganggu keseimbangan visual monumen bersejarah.
Melansir The Washington Post, gapura yang diberi nama Independence Arch itu direncanakan berdiri di dekat Jembatan Memorial Arlington, menghadap Sungai Potomac. Lokasinya berada di antara Monumen Lincoln dan Pemakaman Militer Nasional Arlington, sebuah kawasan yang penuh sejarah dan nasionalisme Amerika.
Trump disebut sangat terobsesi dengan ukuran 250 kaki atau 76 meter ini. Ia menilai ukuran 250 kaki memiliki makna simbolis karena mencerminkan 250 tahun kemerdekaan AS yang akan diperingati pada Juli mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"250 (ukuran gapura) untuk 250 (tahun kemerdekaan) adalah pilihan yang paling masuk akal," ujar Trump dikutip dari The Washington Post, Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan laporan The Guardian, ukuran itu tentu akan membuat Lincoln Memorial, monas AS setinggi 100 kaki menjadi tampak kecil. Trump secara terbuka juga membandingkan rencana gapura ini dengan ikon dunia. Tinggi gapura disebut melampau Arc de Triomphe, monumen gapura kemenangan yang ikonik di Paris dan mempunyai tinggi 164 kaki.
"Yang paling dikenal orang adalah Arc de Triomphe di Paris, Prancis. Dan saya pikir kita akan melampauinya dengan sangat jauh," ujar Trump, dikutip dari The Guardian.
Namun, ambisi tersebut justru memicu kekhawatiran di kalangan arsitek dan sejarawan. Skala gapura dinilai terlalu besar untuk lingkungan sekitarnya dan berpotensi mendominasi serta merusak harmoni visual kawasan monumen nasional Washington.
"Saya tidak pikir gapura sebesar itu pantas berada di sana," kata kritikus seni, Catesby Leigh.
Trump Mau Bangun Gapura Raksasa 76 Meter Foto: The Washington Post |
Leigh sebelumnya mengusulkan gapura sementara dibuat setinggi sekitar 60 kaki atau 18 meter untuk peringatan kemerdekaan. Namun, Trump memilih desain permanen dengan ukuran empat kali lebih besar. Proyek ini bahkan direncanakan menggunakan sisa dana sumbangan dari pembangunan ballroom Gedung Putih senilai 400 juta dolar AS.
Lokasi yang diincar Trump berada di lahan kecil yang berada di bawah yurisdiksi National Park Service. Penempatan gapura di lahan ini dinilai problematis karena dapat mengganggu hubungan visual antara Monumen Lincoln dan Pemakaman Militer Nasional Arlington.
Selain itu, para ahli menilai gapura kemenangan terasa janggal di kawasan tersebut. Area ini berada dalam satu garis pandang dengan Pemakaman Nasional Arlington dan Jembatan Memorial Arlington. Kedua ikon bersejarah ini, dimaknai sebagai simbol rekonsiliasi antara Uni dan Konfederasi pasca Perang Saudara.
Kekhawatiran lain muncul terkait dampak visual terhadap Arlington House, bekas rumah Jenderal Robert E. Lee. Jika benar-benar direalisasikan dengan ukuran raksasa, gapura akan berpotensi menutupi bangunan tersebut dari berbagai sudut pandang penting.
Gapura direncanakan berdiri di tengah bundaran lalu lintas yang padat. Kondisi ini dinilai dapat menyulitkan akses pejalan kaki dan menambah risiko keselamatan bagi pengunjung monumen.
Trump sebelumnya sempat mempertimbangkan desain yang lebih kecil, dengan tinggi sekitar 165 kaki dan 123 kaki, namun akhirnya ia memilih versi paling besar. Ia juga mengunggah tiga desain ukuran gapura di platform Truth Social, termasuk penempatan patung raksasa di atasnya. Meski mendapat kritik, Trump tetap bersikeras ingin membangun gapura raksasa.
"Saya ingin yang paling besar. Kita adalah negara terbesar dan terkuat," ucap Trump, dikutip dari The Washington Post.
Hingga kini, rencana tersebut belum diajukan secara resmi ke peninjau federal, termasuk Commission of Fine Arts. Namun, rencana gapura raksasa ini sudah memicu perdebatan sengit tentang batas antara ambisi monumental Trump dan pelestarian makna sejarah di jantung Washington DC.
(das/das)

