Dharmawangsa, Jakarta Selatan muncul sebagai pusat permintaan hunian premium. Ini terjadi karena permintaan yang tinggi namun belum ada pasokan baru.
Dharmawangsa menjadi salah satu kawasan eksklusif dengan area hijau serta lokasi strategis. Dengan ketersediaan lahan di kawasan ini
yang semakin menipis, tidak ada pengembangan hunian mewah baru yang direncanakan dalam waktu dekat.
Ketidakseimbangan permintaan dan pasokan ini telah menciptakan apa yang disebut para pengamat pasar sebagai scarcity premium. Bagi pembeli dengan horizon jangka panjang, kesempatan untuk mengamankan alamat di Dharmawangsa semakin menyempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepanjang 2025, kami melihat bahwa pembeli hunian premium kini semakin fokus pada kualitas, kepastian, dan nilai jangka panjang," ujar COO PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSI Group) Bram Van Hoof, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (5/2/2026).
"Di titik ini, Savyavasa menjadi relevan bagi mereka yang menginginkan hunian berkualitas dalam lingkungan yang benar-benar terkurasi," tambahnya.
Apartemen Savyavasa dikembangkan dengan 70 persen dari total kawasan untuk ruang hijau, selebihnya digunakan untuk bangunan dan fasilitas penunjang. Pada Tower 2 dan Tower 3 memiliki unit dua hingga empat kamar tidur.
Fokus pengembangan diarahkan pada kualitas ruang dan pengalaman tinggal, mulai dari tata ruang yang fleksibel, privasi yang terjaga, hingga lingkungan hijau yang mendukung interaksi komunitas tanpa mengorbankan ketenangan personal. Pembangunan diperkirakan rampung awal 2026.
(abr/abr)











































