Dubai merupakan salah satu negara yang kaya. Di kotanya, banyak sekali gedung pencakar langit, tata kota yang rapi, serta jalanan yang luas dengan banyak mobil mewah.
Jarang ada yang tahu jika tidak jauh dari pusat kota Dubai, ada desa terbengkalai yang sudah terkubur di antara gurun pasir. Bahkan warga lokal menyebut lokasi ini sebagai ghost village atau desa hantu.
Dilansir Homes and Gardens, nama asli desa hantu ini adalah Desa Al Madam. Desa ini tidak begitu besar, hanya terdiri dari 12 rumah dan sebuah masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
People visit the Bedouin village of al-Ghuraifabout, buried under the sand, 100 km, 62 miles, southeast of Sharjah, United Arab Emirates, Sunday, July 9, 2023. Built-in the 1970s, the village was abandoned two decades later as oil wealth transformed the country into a global hub of commerce and tourism, home to the futuristic cities of Dubai and Abu Dhabi. (AP Photo/Kamran Jebreili) Foto: AP/Kamran Jebreili |
Keberadaannya diperkirakan sejak 1970-an, dibangun oleh pemerintah setempat dengan tujuan awal dikembangkan sebagai bagian dari inisiatif modernisasi pemerintah dan termasuk pada proyek perumahan umum. Lokasinya di antara perbatasan Sharjah dan Oman. Jika dari pusat Kota Dubai, waktu perjalanannya sekitar 1 jam.
Di sekitarnya tidak ada kehidupan, hanya gurun pasir karena lokasinya di pedalaman. Dari satu rumah ke lainnya cukup berjarak. Bentuk rumahnya rata-rata kubur khas rumah di kawasan timur.
Tidak ada sejarah yang menjelaskan bagaimana kehidupan berjalan di desa hantu ini. Bahkan alasan desa ini ditinggalkan masih simpang siur. Banyak spekulasi muncul. Mulai dari karena dampak buruk badai pasir, kejadian mistis, hingga modernisasi yang sangat pesat sehingga penduduknya pergi. Namun, belum ada alasan pasti dan kuat di balik eksodus misterius daerah ini.
Menurut situs resmi Kota Sharjah, desa yang terkubur ini dulunya merupakan rumah bagi anggota suku Badui yang hidupnya semi-nomaden. Penduduk asli Desa Al Madam telah tinggal di sana selama 20 tahun. Lalu, mereka meninggalkan desa tersebut.
Kondisi Desa Al Madam tidak sepenuhnya terkubur gurun pasir. Bagian atapnya masih terlihat jelas. Siapa pun bisa datang ke desa hantu ini. Akses bisa melalui travel ataupun pemandu perorangan. Saat ini, tidak ada biaya masuk sehingga pengunjung bisa masuk dan melihat langsung sisa-sisa kehidupan di desa kecil tersebut.
Sayangnya, tidak setiap waktu pengunjung bisa datang ke lokasi. Sebab, lokasinya yang berada di gurun pasir cukup sulit untuk dilalui. Disarankan untuk mengunjungi saat November atau Desember saat cuaca sedang tidak begitu panas.
(aqi/das)











































