Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi perbincangan setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mempublikasikan jutaan halaman dokumen baru tentang Epstein pada Jumat (30/1/2026). Kasus ini telah menggemparkan AS karena menyeret nama-nama tokoh terkemuka di dalam dokumen itu, termasuk Presiden AS Donald Trump.
Kabarnya, Trump dan Epstein pernah memiliki hubungan yang cukup dekat. Namun, pertemanan mereka berujung retak gara-gara sebuah rumah mewah yang diperebutkan oleh keduanya.
Dilansir New York Post, Senin (2/2/2026), rumah mewah tersebut bernama Maison de L'Amitte yang terletak di Palm Beach, Florida, AS. Dalam bahasa Prancis, nama rumah itu memiliki arti 'Rumah Persahabatan' yang kenyataannya menjadi awal kehancuran hubungan Trump dan Epstein.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donald Trump berfoto di depan rumah mewah di Florida, AS. Foto: Dok. New York Post |
Konflik ini terjadi pada 2004 ketika Trump dan Epstein memiliki tujuan masing-masing terhadap hunian mewah itu. Trump ingin sekali membeli rumah tersebut sebagai koleksi properti terbaik di AS yang dimilikinya saat itu. Hal ini diungkapkan Trump dalam sebuah acara bertajuk 'The Apprentice' yang tayang di NBC.
Lain halnya dengan Epstein. Menurut sang pengacara Harley Riedel, kliennya cenderung ingin membeli rumah mewah tersebut sebagai tempat tinggalnya.
Untuk menemukan jalan keluar, akhirnya dilakukan acara lelang pada November 2004 agar menentukan siapa yang dapat memiliki rumah mewah itu. Namun, lelang tersebut benar-benar panas karena keduanya saling sikut demi sebuah rumah.
Hakim Steven Friedman yang bertugas saat itu membuka jalan untuk perang penawaran langsung. Epstein langsung 'menembak' tawaran awal sebesar US$ 37,2 juta atau setara Rp 624 miliar (kurs Rp 16.780).
Trump pun tak mau kalah, ia langsung menaikkan tawaran harga yang lebih tinggi daripada Epstein. Pada akhirnya, Epstein mundur setelah Trump mengalahkannya dengan penawaran yang sangat fantastis, yakni US$ 41 juta atau sekitar Rp 687 miliar.
Setelah Trump berhasil memenangkan lelang, spekulasi liar muncul tentang kemungkinan hubungan pasca-penjualan rumah antara ia dan Epstein. Sejumlah media AS mengatakan, hubungan keduanya memburuk setelah lelang dan masing-masing memiliki jalan hidupnya.
Trump kini menjabat sebagai Presiden AS ke-47, sedangkan Epstein telah meninggal dunia di sel tahanan Manhattan pada Agustus 2019 yang diduga karena bunuh diri. Esptein sendiri terlibat kasus kejahatan seksual dan eksploitasi anak di bawah umur antara 2002-2005.
Bagaimana dengan nasib rumah mewah yang dibeli Trump itu? Empat tahun kemudian, ia akhirnya menjual properti tersebut kepada pengusaha Rusia Dmitry Rybolovlev seharga US$ 95 juta atau sekitar Rp 1,59 triliun.
"Saya suka memecahkan rekor. Dan ini adalah rekor," kata Trump kepada Palm Beach Post usai menjual rumahnya pada 2008.
Rumah mewah yang sempat dimiliki Donald Trump. Foto: Dok. New York Post |
Sayangnya, salah satu rumah paling mahal di AS itu telah dihancurkan pada 2016. Hunian seluas 5.760 m2 tersebut memiliki 18 kamar tidur, 22 kamar mandi, ruang dansa, ruang media, galeri seni, dan tiga bangunan yang berfungsi sebagai ruang tamu.
Rumah yang mengusung gaya French Regency itu juga memiliki kolam renang dan jacuzzi. Kini, sebuah properti yang lebih modern dan tak kalah mewah tengah di bangun di atas lahan tersebut.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/zlf)













































