Tinggal di hotel ini, pengunjung bisa merasakan hidup di dua negara berbeda dalam waktu yang sama. Pengunjung bisa merasakan tidur dengan kepala di satu negara dan kaki di negara lain.
Hotel tersebut bernama Arbez atau HΓ΄tel Arbez Franco-Suisse yang berada di perbatasan Prancis dan Swiss.
Mengingat lokasinya yang tidak biasa, hotel ini memiliki dua alamat, yakni Rue de la Frontera di La Cure, Prancis sedangkan jika masuk dari Swiss berada di Route de France di Cure.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Daily Mail, pembangunan hotel di dua negara berbeda ini tidak disengaja. Semula, bangunan ini telah dibangun oleh seorang pengusaha lokal, Alphonse Ponthus sebagai bar, lalu setengah bangunan sebagai toko jauh sebelum ada penetapan batas wilayah yang berbeda antara dua negara. Kemudian, Jules Joseph Arbez membeli properti tersebut dan mengubahnya menjadi hotel pada 1921.
Setelah itu ada Perjanjian Dappers yang secara tidak sengaja membagi bangunan tersebut masuk ke dua negara berbeda. Kira-kira separuh hotel berada di Prancis dan separuh lainnya di Swiss, dengan perbatasan internasional membelah restoran dan beberapa kamar.
Bukan hanya Hotel Arbez, ada tiga bangunan lainnya di sekitar sana yang terkena dampak garis perbatasan tersebut.
Selama Perang Dunia II, lantai dua hotel ini digunakan sebagai tempat berlindung bagi mereka yang melarikan diri dari tentara Jerman karena tangga tersebut melintasi perbatasan Swiss.
Hotel Arbez atau HΓ΄tel Arbez Franco-Suisse yang berada di perbatasan Prancis dan Swiss. Foto: Alamy Stock Photo via Daily Mail |
Hotel Arbez hingga kini masih berdiri dan dikelola oleh sebuah keluarga. Memanfaatkan lokasinya yang berada di perbatasan, restoran hotel ini menyajikan hidangan Prancis dan Swiss. Harga kamar ganda sekitar Β£145 atau sekitar Rp 3,3 juta (kurs Rp 22.959) per malam, berdasarkan masa menginap tiga malam.
Dilihat dari foto yang dibagikan, fasad Hotel Arbez sederhana layaknya bangunan pada tahun 90-an yang masih memakai kayu sebagai material utama. Bagian dalamnya juga dominan kayu laminasi sampai ke lantai dan plafon. Perpaduan warnanya pun sangat unik, yakni merah, coklat, dan warna gelap.
Hotel ini memiliki peringkat keseluruhan 4,3 bintang berdasarkan hampir 700 ulasan Google.
Salah satu pengulas baru-baru ini bergurau jika tamu bisa mendapat kawasan yang berisik dari jalanan Swiss dan pemandangan Prancis yang indah dari kamar hotel tersebut.
"Tempat yang bagus dengan karakter dan sejarah. Satu-satunya keluhan adalah kebisingan jalan di sisi Swiss dan dapatkan kamar di sisi Prancis jika memungkinkan," tulisnya.
(aqi/abr)












































