Groundbreaking rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta akan dilakukan pada 8 Maret 2026. Groundbreaking itu akan dilakukan dengan memasang tiang pancang.
Dalam agenda Land Clearing Rumah Susun Subsidi Meikarta, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan nantinya rusun subsidi Meikarta akan di bangun di 3 titik lahan yang masing-masing memiliki luas 10 hektare. Setiap titik akan dibangun 18 tower yang setiap towernya terdiri dari 2.600 unit yang terdiri tipe kamar 1, kamar 2, dan kamar 3.
"Juga kita berharap dan doakan tanggal 8 Maret kita akan mulai membangun tiang pancang tiang pancang. Kemudian pada 17 Agustus kita sudah membangun fisiknya, struktur atasnya. Dan doakan, dengan dukungan semua pihak, kita berharap 2028 target kita sudah bisa menyelesaikan," tuturnya di Meikarta, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya apakah pada 2028 seluruh kawasan selesai dibangun atau hanya satu kawasan saja, Ara tidak menjawabnya secara lugas. Ia berkata akan mengkaji demand-nya termasuk skema subsidinya terlebih dahulu.
Tanah rusun subsidi di Meikarta ini merupakan milik PT Lippo Cikarang Tbk. Rencananya, dari 3 lokasi yang dibangun akan ada total 141.000 unit di rusun subsidi Meikarta.
"Saya rasa ini nilai investasinya untuk satu kawasan bisa Rp 13 triliun di luar tanah. Berarti kalau tiga (kawasan) Rp 39 triliun, kurang lebih begitu," ujarnya.
Pada agenda hari ini, Ara melakukan land clearing secara simbolis dengan mengeruk tanah menggunakan ekskavator.
Sebelumnya diberitakan, Ara sempat berharap pembangunan rusun subsidi Meikarta paling lama dilakukan Mei 2026.
"(Tahap pertama pembangunan) tahapannya saya berharap paling lama Mei lah ya," katanya kepada wartawan usai rapat di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Ara mengaku sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membicarakan pembangunan rusun subsidi di Meikarta dan mendapat lampu hijau karena berada di dekat Bekasi dan Karawang yang banyak sektor industri.
Ia juga akan meninjau daerah lainnya di Jawa Barat untuk pembangunan rusun subsidi, salah satunya Bandung Barat khususnya untuk wilayah yang padat penduduk dan dekat industri. Selanjutnya ia akan meninjau area di Provinsi Banten untuk membangun rusun subsidi.
"Nanti pengembang-pengembang rumah susun subsidi, kita juga akan undang segera satu-satu. Sudah saya komunikasikan semua, sehingga nanti kita bisa bekerja dengan cepat," tuturnya.
(abr/das)










































