Arab Saudi menunda pembangunan The Mukaab, gedung berbentuk kubus yang sempat memicu perdebatan karena dianggap mirip Ka'bah. Penundaan pembangunan itu dilakukan bukan tanpa alasan.
Dilansir dari Reuters, Rabu (28/1/2026), penundaan ini terjadi karena adanya peninjauan kembali dari segi pembiayaan dan kelayakan proyek, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.
The Mukaab, yang berada di pusat pengembangan New Murabba di Riyadh, merupakan proyek raksasa yang termasuk dalam Visi 2030 Saudi. Saat ini, kerajaan mengalihkan pengeluaran besar untuk proyek futuristik, seperti The Line milik NEOM, ke proyek-proyek yang dianggap mendesak dan berpotensi menguntungkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek-proyek yang menjadi fokus saat ini yaitu infrastruktur untuk World Expo 2030 dan Piala Dunia 2034, zona budaya campuran Diriyah, serta proyek pariwisata di Qiddiya.
Bangunan The Mukaab akan berbentuk kubus sebesar 400 meter kali 400 meter yang terbuat dari logam. Di dalamnya ada kubah dengan layar bertenaga AI yang dapat diamati pengunjung dari ziggurat atau struktur bertingkat di dalam bangunan, setinggi 300 meter.
Kini masa depan The Mukaab tidak jelas, dengan pekerjaan di luar penggalian tanah dan pemasangan tiang pancang ditangguhkan. Walau demikian, pengembangan real estat di sekitarnya akan terus berlanjut.
Pembangunan New Murabba
Konsultan real estat Knight Frank memperkirakan distrik New Murabba akan menelan biaya sekitar US$ 50 miliar atau Rp 836,6 triliun (kurs Rp 16.732) dengan proyek-proyek yang telah dikerjakan sejauh ini bernilai sekitar US$ 100 juta.
Rencana awal untuk pengembangan distrik New Murabba ditargetkan selesai pada tahun 2030. Sekarang, proyek tersebut dijadwalkan selesai pada tahun 2040.
Sebelum pembangunan ditangguhkan, New Murabba diperkirakan bisa menampung 104.000 unit hunian dan menambah 180 miliar riyal pada PDB Kerajaan Arab Saudi, menciptakan 334.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung pada tahun 2030.
(abr/zlf)











































