Industri properti nasional diproyeksikan mulai bangkit pada 2026 setelah mengalami tekanan berat selama pandemi. Sejumlah indikator menunjukkan sektor ini memasuki fase awal siklus pemulihan, didorong oleh stimulus pemerintah, kebutuhan hunian riil, serta pembangunan infrastruktur yang semakin masif, khususnya di wilayah Jabodetabek.
Optimisme terhadap sektor properti pada 2026 didorong oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah berupa perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027, yang dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, permintaan hunian tapak di Jabodetabek masih menjadi penopang utama pasar. Kawasan penyangga seperti Bogor dan Tangerang tetap diminati, terutama oleh end-user dan keluarga muda. Peningkatan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur transportasi seperti jalan tol serta jaringan LRT dan MRT turut mendorong kenaikan nilai properti di kawasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momentum kebangkitan ini juga ditangkap oleh emiten properti PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR). Perusahaan tersebut mengumumkan langkah ekspansi dengan memulai pengembangan lima proyek baru pada periode 2026-2027. Seluruh proyek berlokasi di kawasan Jabodetabek yang dinilai memiliki nilai investasi tinggi dan prospek pertumbuhan yang kuat.
Langkah strategis ini ditargetkan mampu mendongkrak kinerja perseroan secara signifikan. WINR membidik total nilai penjualan atau marketing sales sebesar Rp 400 miliar dari lima proyek tersebut. Seluruh proyek ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan pertumbuhan nilai yang cepat bagi para pemegang saham.
Dari sisi pendanaan, WINR memastikan kesiapan finansial untuk mengeksekusi rencana ekspansi tersebut. Perseroan telah mengamankan dukungan permodalan melalui kerja sama strategis dengan sejumlah bank nasional. Fasilitas modal kerja ini ditujukan untuk memastikan seluruh proyek dapat berjalan sesuai jadwal dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.
Tak hanya fokus pada pembangunan, WINR juga menaruh perhatian pada kemudahan akses pembiayaan bagi konsumen. Perusahaan menjalin kemitraan dengan sektor perbankan untuk menyediakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang kompetitif.
"Kami menyadari bahwa akses pembiayaan adalah kunci bagi konsumen. Oleh karena itu, selain kerja sama modal kerja, kami juga menjalin kolaborasi khusus dengan pihak perbankan untuk memberikan berbagai benefit eksklusif bagi seluruh konsumen Winner. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menghadirkan hunian berkualitas yang tetap terjangkau," ujar Direktur Utama PT Winner Nusantara Jaya Tbk, Yusmen Liu dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).
Dengan mengandalkan lokasi strategis, kepastian pembangunan, serta dukungan pembiayaan, WINR optimistis 2026 akan menjadi momentum penting bagi perusahaan, seiring dengan bangkitnya kembali industri properti nasional setelah terpukul pandemi.
(das/das)
