Biar Nggak Nyesel, Ini Cara Cek Rumah Rawan Banjir Sebelum Beli

Biar Nggak Nyesel, Ini Cara Cek Rumah Rawan Banjir Sebelum Beli

ilham fikriansyah - detikProperti
Senin, 26 Jan 2026 16:15 WIB
Sejumlah warga tetap beraktivitas di tengah banjir yang merendam kawasan perumahan cluster Taman Sakura, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (26/1/2026).
Rumah banjir. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat membeli rumah, seperti harga, material bangunan yang digunakan, dan desainnya. Selain itu, ada satu hal lagi yang juga tidak kalah penting, yakni apakah berada di daerah rawan banjir atau tidak.

Bayangkan rumah yang kamu impikan sejak lama ternyata terletak di kawasan rawan banjir. Ketika hujan deras mengguyur beberapa jam saja sudah membuat rumah terendam air. Tentu rasanya kesal bukan?

Oleh sebab itu, penting untuk membeli rumah yang terletak di lokasi aman dan tidak berada di kawasan rawan banjir. Namun, bagaimana cara mengetahuinya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamat Properti sekaligus Direktur PT Global Asset Management Steve Sudijanto menyebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah rumah berada di daerah rawan banjir atau tidak. Cara paling mudah adalah mencari riwayat perumahan tersebut di internet.

Biasanya, berita tentang banjir akan dimuat di media online dan media sosial. Apabila perumahan atau kawasan tersebut ternyata sering dikabarkan rawan banjir, maka sebaiknya cari alternatif perumahan yang lain.

ADVERTISEMENT

"Langkah pertama melakukan verifikasi secara online perihal berita banjir atau masalah-masalah yang pernah terjadi di wilayah lingkungan RT, RW, dan kelurahan setempat," kata Steve saat dihubungi detikcom, Senin (26/1/2026).

Jika ragu, Steve menyarankan untuk langsung mengecek lokasi rumah yang ingin dibeli agar bisa melihat kondisi sekitar. Bisa juga bertanya kepada warga setempat, ketua RT, atau petugas keamanan di sekitar apakah kawasan tersebut sering banjir atau tidak.

Apabila rumah yang ingin dibeli jaraknya dekat dengan kali, lakukan pengecekan pada aliran sungai tersebut. Perhatikan sekitar bantaran kali apakah memiliki tanggul untuk menahan luapan air atau tidak.

"Karena luapan air sungai bisa luber atau kadang-kadang tanggul jebol karena kondisi fisik tanggulnya sudah rentan atau tidak sesuai spesifikasi yang dibuat," papar Steve.

Selain itu, calon pembeli juga bisa mengecek saluran air atau got di sekitar rumah. Amati aliran got di lingkungan rumah apakah ukurannya besar dan bersih atau kecil dan penuh sampah.

Meski terdengar sepele, tetapi saluran air yang penuh sampah bisa memicu banjir ketika turun hujan deras. Aliran air jadi tersumbat dan akhirnya meluap hingga menggenangi jalan dan rumah-rumah warga.

Steve juga menyarankan untuk mencari informasi soal peta bencana yang dimiliki oleh pemerintah. Caranya bisa mengecek situs resmi milik lembaga resmi seperti BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) atau BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) atau mencari informasi up to date di media sosial.

"Bisa juga mengunjungi kantor Kelurahan atau Kecamatan setempat. Mereka biasanya ada Peta Teritory Lahan Produktif dan Komersial, Peta Irigasi, Peta Kontur tanah, Peta Aliran Sungai, dan Peta Daerah Aliran Sungai," jelas Steve.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads