Ada banyak kota mati yang tersebar di seluruh dunia, salah satunya di Azerbaijan. Negeri yang dijuluki 'Negara Api' itu terdapat sebuah kota mati bernama Agdam.
Dahulu, Agdam merupakan salah satu kota besar di Azerbaijan yang dihuni oleh puluhan ribu penduduk dan punya fasilitas umum yang lengkap. Namun, semua itu sirna karena hancur akibat perang.
Dilansir situs Karabakh.org, Kamis (22/1/2026), Agdam terletak di bagian barat Azerbaijan yang jaraknya sekitar 350 kilometer dari ibu kota Baku. Kota ini dekat dengan wilayah Nagorno-Karabakh yang merupakan daerah konflik selama puluhan tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika masih bagian dari Uni Soviet, dahulu Agdam merupakan sebuah kota industri dan pertanian yang sangat penting. Sebab, kota ini menjadi pusat produksi anggur, gandum, dan kapas.
Agdam juga memiliki fasilitas umum yang lengkap, mulai dari rumah sakit, sekolah, stadion, masjid, dan gedung teater. Jumlah penduduk kota ini sempat menyentuh angka sekitar 40.000 jiwa, sampai akhirnya menjadi nol karena perang.
Ketika Uni Soviet perlahan mulai goyah, terjadi konflik di wilayah Nagorno-Karabakh yang dimulai pada 1988. Kota Agdam yang sebenarnya berada di luar wilayah Karabakh justru dibombardir oleh musuh karena berada di garis terdepan.
Saat Azerbaijan menyatakan merdeka pada 18 Oktober 1991, konflik di Nagorno-Karabakh malah semakin memanas. Kawasan tersebut kini diperebutkan oleh Azerbaijan dan Armenia, sebab mayoritas penduduk Agdam adalah etnis Armenia.
Kota Agdam akhirnya berhasil dikuasai oleh Armenia pada Juli 1993. Seluruh rumah penduduk dan fasilitas umum di kota ini kemudian dihancurkan agar tidak dapat dihuni lagi oleh masyarakat.
Kota mati Agdam di Azerbaijan yang hancur akibat perang. Foto: Dok. Karabakh.org |
Sejak saat itu, Agdam berubah menjadi kota mati selama lebih dari 30 puluh tahun. Kota ini juga masuk ke dalam zona militer dan wilayah terlarang sehingga tidak dapat dikunjungi secara bebas.
Lalu, ada banyak ranjau darat yang tersebar di Agdam dan diprediksi sebagian masih aktif. Maka dari itu, kota ini sangat tidak layak untuk dihuni karena dapat mengancam nyawa manusia.
Sudah 33 tahun Agdam dibiarkan terlantar menjadi kota mati yang tidak berpenghuni. Beberapa bangunan terlihat masih berdiri walau kondisinya sudah rusak parah.
Istana Panah Ali Khan yang hancur. Foto: Dok. Karabakh.org |
Salah satu bangunan ikonik di Agdam adalah Istana Panah Ali Khan. Dibangun sekitar 1738, istana ini dulunya dihuni oleh Panah Ali Khan, seorang pemimpin Kesultanan Karabah (Karabah Khanate).
Sebenarnya istana ini cukup lebar dengan memiliki dua bangunan yang menghadap ke arah Selatan. Namun, hanya tersisa satu bangunan Istana Panah Ali Khan yang masih utuh dengan kondisi yang memprihatinkan.
Ada juga Museum Roti Agdam yang diresmikan pada 1983 oleh Uni Soviet. Di dalam museum ini terdapat biji-bijian purba yang telah menjadi fosil, buku tentang pertanian, dan alat-alat pertanian di masa lampau. Usut punya usut, museum tersebut merupakan museum roti kedua yang ada di dunia.
Meski kedua bangunan itu menyimpan sejarah, tapi kini kondisinya sudah porak poranda. Tembok bangunan telah hancur karena bom, kemudian atapnya juga roboh akibat faktor usia.
Pada akhirnya, Azerbaijan berhasil mengambil alih kota Agdam yang pada 2020. Sayangnya, tidak ada tanda-tanda kepastian apakah kota mati itu akan hidup lagi setelah diambil alih usai gencatan senjata dengan Armenia.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/ilf)












































