Sejarah Singkat Pagar Rumah, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Mesir Kuno

Sejarah Singkat Pagar Rumah, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Mesir Kuno

ilham fikriansyah - detikProperti
Rabu, 21 Jan 2026 16:15 WIB
Sejarah Singkat Pagar Rumah, Ternyata Sudah Ada Sejak Zaman Mesir Kuno
Ilustrasi pagar rumah minimalis. Foto: iStock
Jakarta -

Hampir setiap rumah kini memiliki pagar. Fungsi utamanya adalah untuk melindungi rumah atau halaman agar tidak dimasuki oleh orang lain serta menjaga privasi setiap hunian.

Selain memberikan keamanan, pagar juga dapat menambah nilai estetika rumah. Tak heran kalau pagar di zaman sekarang mengusung desain yang modern dan minimalis karena menyesuaikan konsep hunian.

Namun, tahukah kalau pagar rumah ternyata sudah ada sejak ribuan tahun lalu, lho. Ingin tahu seperti apa sejarah pagar rumah? Simak pembahasan singkatnya dalam artikel ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Pagar Rumah

Pagar rumah ternyata memiliki sejarah panjang. Dalam peradaban umat manusia, pagar telah digunakan sejak zaman Mesir Kuno atau sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Dilansir situs Perimtec, Rabu (21/1/2026), masyarakat Mesir Kuno saat itu membangun pagar yang terbuat dari bata lumpur di sekitar kuil, istana, dan kota. Meski lebih menyerupai tembok, tetapi pagar itu berfungsi untuk melindungi bangunan besar dan sakral.

ADVERTISEMENT

Seiring waktu, pagar tidak hanya digunakan sebagai pengaman, tapi juga sebagai pembatas kelas sosial. Misalnya, perkebunan mewah milik orang kaya dari bangsa Romawi dikelilingi dengan pagar tinggi agar tidak dimasuki sembarangan orang, terutama rakyat miskin yang ingin mencuri.

Memasuki abad pertengahan, pagar semakin banyak digunakan untuk melindungi area kebun, peternakan, atau halaman pribadi. Kala itu, pagar untuk perkebunan umumnya menggunakan material batu yang disusun agar kokoh dan awet.

Sementara itu, rumah-rumah pribadi milik orang kaya di Eropa juga mulai dipasangi pagar, tapi terbuat dari material kayu. Lain halnya dengan istana bangsawan yang justru tidak memiliki pagar, tapi menggunakan tembok besar karena dinilai jauh lebih aman.

Penggunaan pagar terus berkembang di banyak rumah penduduk, tetapi bahan yang digunakan hanya kayu atau batu yang disusun saja. Memasuki abad ke-20, pagar rumah mulai berevolusi dan semakin baik kualitasnya.

Sekitar tahun 1920-an, mulai muncul pagar kawat jaring yang dinilai lebih mudah dirawat dan punya harga terjangkau. Pagar kawat ini bisa digunakan untuk halaman rumah, sekolah, hingga perkebunan.

Pagar rumah yang terbuat dari material aluminium mulai menjadi tren pada 1960-an karena dianggap lebih kokoh, desain estetis, dan mudah dirawat. Selain itu, muncul juga pagar anti karat yang diklaim lebih awet untuk digunakan selama bertahun-tahun.

Tren Model Pagar Rumah yang Lebih Minimalis

Kini, pagar rumah tidak terlihat kaku dan membosankan karena telah mengusung desain minimalis. Umumnya, banyak rumah yang menggunakan pagar dari besi dengan finishing kayu pada permukaan depan, sehingga tampak estetis tapi juga tetap kokoh.

Ada juga rumah-rumah yang mengusung desain pagar modern industrial. Pagar ini biasanya menggunakan material besi dengan desain lubang kecil-kecil agar sirkulasi udara tetap lancar sekaligus dapat melihat sekilas orang yang berada di luar rumah.

Bahkan, perkembangan teknologi yang semakin canggih telah menghadirkan pagar rumah otomatis. Berkat sensor yang dipasang di depan pagar, pintu akan terbuka sendiri jika ada kendaraan yang masuk.

Meski begitu, tidak semua rumah kini menggunakan pagar sebagai pembatas, pengaman, atau estetika semata. Khusus rumah-rumah di dalam kompleks, cluster, atau town house umumnya tidak menggunakan pagar lagi. Sebab, rumah telah dijaga 24 jam oleh petugas keamanan sehingga terjamin keamanannya.

Spacious white house with wooden decoration on garage and wood style fencePagar rumah dari kayu. Foto: iStock

Selain itu, ada juga beberapa rumah yang justru menggunakan pagar dengan desain jadul. Misalnya, beberapa rumah di Amerika Serikat (AS) masih menggunakan pagar dari kayu yang dilapisi cat putih karena terlihat lebih klasik.

Lalu, masih banyak juga rumah di AS yang menggunakan pagar tanaman. Tujuannya agar hunian terasa lebih sejuk dan asri sekaligus memberikan rasa aman karena sudah dikelilingi pagar.

Itulah sejarah singkat soal pagar rumah. Semoga menambah pengetahuan detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads