Banjir sudah identik dengan Jakarta. Setiap kali turun hujan deras selama beberapa jam, sejumlah titik di wilayah ibu kota langsung tergenang air.
Banjir juga merendam sejumlah permukiman warga yang terletak di dekat aliran kali, salah satunya di kampung riverside Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rumah-rumah penduduk yang berdiri di bantaran Kali Krukut sudah menjadi langganan banjir.
Namun, kampung padat penduduk itu perlahan tidak pernah kebanjiran lagi selama belasan tahun terakhir. Padahal, kampung riverside dulunya selalu menjadi langganan banjir ketika hujan turun selama berjam-jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu warga kampung riverside RW 09 Kebon Kacang, Afifah mengaku banjir terakhir kali melanda tempat tinggalnya pada 2007. Sudah 19 tahun lalu banjir tak pernah mampir lagi ke kampung riverside.
"Terakhir banjir sih Alhamdulillah di tahun 2007, dari sejak saat itu sudah nggak pernah banjir lagi sampai sekarang," kata Afifah saat ditemui di lokasi, Kamis (15/1/2026).
Afifah menyebut salah satu faktor kampung riverside di Kebon Kacang tidak kebanjiran lagi karena Kali Krukut telah dikeruk pasca banjir 2007. Alhasil, kali jadi lebih dalam dan tidak menyebabkan air meluap saat hujan deras.
Afifah bercerita tentang banjir yang pernah merendam kampung riverside Kebon Kacang. Kala itu, banjir pernah setinggi 2 meter hingga merendam atap rumah warga.
"Waktu itu banjirnya bisa sampai 2 meter, atap rumah sampai ketutup semua. Kita semua harus ngungsi ke depan rumah susun (Rusun Kebon Melati Jati Bunder) karena di situ aman nggak kebanjiran," tutur Afifah.
Pasukan Biru tengah mengeruk sampah di Kali Krukut. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom |
Selain pengerukan dasar kali, kampung riverside tak pernah kebanjiran lagi karena Kali Krukut selalu dibersihkan oleh Pasukan Biru dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. Afifah berujar hampir setiap hari Petugas Biru selalu membersihkan kali dari sampah yang terbawa arus.
"Kali ini juga jadi nggak bau karena hampir setiap hari dibersihin sama Pasukan Biru, dari pagi sampai siang selalu dibersihkan sama mereka," paparnya.
Meski begitu, sampah masih kerap ditemukan di beberapa titik di Kali Krukut. Sampah itu terkadang terbawa arus dan tak sempat dibersihkan oleh Pasukan Biru.
Warga di kampung riverside Kebon Kacang juga rutin melakukan kerja bakti setiap minggu untuk membersihkan lingkungan dari sampah. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan ke kali karena dapat mencemari lingkungan sekaligus memicu banjir.
Ketika hujan deras melanda Jakarta selama beberapa hari terakhir, Afifah mengatakan air tidak pernah meluap sampai membanjiri rumah penduduk. Meski begitu, ia berharap Kali Krukut kembali dikeruk demi mencegah banjir di kemudian hari.
"Kalau hujan deras kayak sekarang-sekarang ini nggak meluap sampai ke jalanan, tapi memang airnya naik. Saya berharap sih kalinya bisa dikeruk lagi biar lebih dalam," imbuh Afifah.
(ilf/ilf)












































