Menteri Perumahan dan Kawasan (PKP) Maruarar Sirait (Ara) akan mengadakan kembali akad massal rumah subsidi. Puluhan ribu rumah akan diakadkan secara serentak pada pertengahan dan akhir tahun ini.
Hal itu sebagai lanjutan kegiatan akad massal yang sudah dilaksanakan dua kali pada 2025. Sebelumnya, kedua akad massal itu turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Saya pastikan Presiden Prabowo datang ke acara Kementerian Perumahan (PKP) dua kali saja. Yang pertama di tempat Angga, 26 ribu (rumah subsidi). Yang kedua di tempat Wawan, 50 ribu (rumah subsidi)," kata Ara di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, akad massal rumah subsidi telah dilakukan pada September dan Desember 2025 lalu. Akad massal itu dilakukan sebanyak 26 ribu unit di Kabupaten Bogor dan 50.030 unit di Serang, Banten.
"Dua-duanya saya 'ngibulin' Presiden, karena yang pertama janjinya 25 ribu, jadinya 26 ribu (rumah subsidi). Yang kedua janjinya 50 ribu, jadinya 50.030 (rumah subsidi)," ucapnya.
Selanjutnya, ia akan mengadakan akad massal di Kabupaten Batang pada Juli 2026. Sebanyak 62 ribu rumah subsidi akan diakadkan pada bulan itu.
"Tempatnya di Batang, bulan Juli (2026) jumlahnya 62 ribu (rumah subsidi)," ucapnya.
Setelah itu, akad massal keempat rencananya diadakan akhir 2026. Ia meminta agar BP Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) selaku pengelola Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menyiapkan 71 ribu rumah subsidi buat diakadkan di Jawa Timur.
"Jadi kita naik-naik terus, 26 ribu (unit), 50 ribu (unit), 62 ribu (unit). Nanti bulan Desember tahun ini di Jawa Timur, jumlahnya 71 ribu (unit). Siapkan Pak Heru (Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho) ya.
Sementara itu, Heru mengatakan dua kegiatan akad massal yang pernah dihadiri Prabowo sebelumnya memberi dampak signifikan terhadap kesadaran masyarakat akan rumah subsidi. Ia menyebut lonjakan permintaan FLPP sebesar 57,5 persen pada semester kedua 2025.
"Dua-duanya dihadiri langsung oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Itu meningkatkan lonjakan permintaan yang luar biasa di semester dua," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Heru juga melaporkan total rumah subsidi yang sudah disalurkan sejak 2010 mencapai 1.877.000 unit. Adapun selama 2025, 278.865 rumah subsidi sudah disalurkan ke masyarakat.
"Pada tahun 2025 kami mencatatkan realisasi tertinggi sepanjang sejarah FLPP dengan angka realisasi 278.865 untuk rumah tapak," kata Heru.
Selanjutnya, target rumah subsidi untuk 2026 ditetapkan minimal 350 ribu unit. Ia pun mengajak para pengembang untuk berkompetisi dan meningkatkan kinerja untuk memanfaatkan kuota tersebut.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/das)










































