Program 3 Juta Rumah di 2026 Bakal Fokus pada Program Renovasi

Program 3 Juta Rumah di 2026 Bakal Fokus pada Program Renovasi

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Rabu, 14 Jan 2026 19:10 WIB
Program 3 Juta Rumah di 2026 Bakal Fokus pada Program Renovasi
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah. Foto: Sekar Aqillah Indraswari/detikcom
Jakarta -

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengungkapkan Program 3 Juta Rumah akan lebih fokus memfasilitasi renovasi rumah. Hal ini dikarenakan lebih banyak rumah yang perlu direnovasi daripada dibangun.

Hal ini Fahri ungkapkan setelah acara Tasyarukan The HUD Institue di BSD, Kabupaten Tangerang.

"Program 3 juta rumah itu kan tergantung demandnya kan. Demand terbesarnya itu adalah renovasi. Sementara demand untuk pengadaan rumah baru, itu tidak sebesar keperluan renovasi," kata Fahri pada Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah rumah yang harus direnovasi di Indonesia seharusnya 2 juta rumah per tahun jika melihat dari jumlah hunian tak layak di Indonesia yang mencapai 20 juta unit. Namun, anggaran milik Kementerian PKP sangat terbatas. Setelah dihitung-hitung hanya mampu merenovasi sekitar 400 ribu rumah saja. Fahri melihat ini bukan suatu penghalang karena setiap kementerian bisa mengalokasikan anggarannya untuk merenovasi bangunan jika itu masuk dalam areanya.

"Jadi renovasi dan penataan kawasan itu stakeholdernya juga banyak, PU termasuk stakeholder untuk pemetaan kawasan, Menteri KKP (Kelautan dan Perikanan) untuk penataan pesisir. Kita dari perumahan bahkan kalau kita gabung-gabung kan sekarang tuh sekolah rakyat juga renovasi. Kemudian kalau kita lihat Kementerian Kesehatan juga nyasar sanitasi. Nah, ini nanti yang kita integrasikan supaya betul-betul kita keluar dari persoalan yang sudah diidentifikasi sebagai backlog tadi," jelas Fahri.

ADVERTISEMENT

Apabila Kementerian PKP ingin merenovasi 2 juta rumah tak layak dalam setahun, Fahri mengatakan dibutuhkan anggaran sebesar Rp 43,6 triliun, dengan anggapan anggaran renovasi tiap rumah adalah Rp 21,8 juta. Namun, angka ini merupakan hasil hitungan lama pada tahun lalu.

"Kemarin itu, kalau kita pake skema lama sekitar Rp 21,8 juta per unit. Kalau per 2 juta (rumah) itu Rp 43,6 triliun," sebut Fahri.

Ada pun program renovasi yang akan didorong oleh Kementerian PKP tahun ini bernama Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Target kuota yang disediakan untuk program ini adalah 400 ribu unit rumah.

Sementara itu, 1 juta rumah lainnya akan difokuskan untuk pembangunan rumah vertikal seperti rusun dan apartemen di perkotaan. Rencananya, Kementerian PKP akan dibantu oleh badan baru perumahan bernama Badan Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat (BP3R) yang akan dibentuk bulan ini.

"Kalau badan ini jadi, itu akan masif dilakukan (pembangunan rumah vertikal) gitu. Karena misalnya Pemda, kawasan kumuh silahkan data saja kawasan kumuhnya. Kita konsolidasi habis-habisan kawasan kumuhnya. Teman-teman ITB kemarin SAPPK ITB membantu kami membuat perhitungan tentang konversi kawasan kumuh tanpa menggusur," ungkapnya.




(aqi/zlf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads