Gokil! RI Punya Bangunan Tahan Gempa tapi Tak Menapak Tanah

Gokil! RI Punya Bangunan Tahan Gempa tapi Tak Menapak Tanah

Syahdan Alamsyah - detikProperti
Minggu, 11 Jan 2026 13:12 WIB
Gokil! RI Punya Bangunan Tahan Gempa tapi Tak Menapak Tanah
Bangunan Tahan Gempa pertama di Indonesia, ada di Sukabumi. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar
Jakarta -

Indonesia berada di wilayah yang rawan gempa sehingga penting untuk memiliki bangunan yang kokoh dan tahan terhadap guncangan hebat. Ternyata Indonesia sudah punya bangunan tahan gempa sejak 1993.

Meski usianya sudah puluhan tahun, kondisinya saat ini masih kokoh bahkan setelah menerima puluhan gempa. Dilansir detikJabar, bangunan tersebut bernama Gedung Tahan Gempa Tenjoresmi atau dalam literatur teknis dikenal sebagai Experimental Building with Base Isolation System, menjadi bangunan pertama di Indonesia yang tahan gempa.

Bangunan ini terdiri dari 4 lantai dan memiliki bobot 786 ton. Lokasinya berada di Pelabuhanratu, Jawa Barat dan mudah terlihat dari Jalan Raya Citepus, Palabuhanratu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teknologi yang membuat bangunan ini tahan gempa berada di kaki-kaki fondasi bangunan tersebut. Berbeda dengan rumah pada umumnya yang menempel langsung ke tanah, bangunan ini justru tidak menapak langsung ke tanah. Terdapat 14 kaki-kaki yang diberi bantalan karet atau rubber bearings yang menopang bobot bangunan tersebut. Berkat bantalan karet tersebut, ketika ada guncangan rumah tidak mengalami pergerakan ekstrem, guncangan hebat, hingga retakan.

Bangunan Tahan Gempa di SukabumiWujud bantalan karet dan serat baja yang menopang berat total bangunan hingga ratusan ton. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Staf Inspeksi PTPN 1 Regional 2 sekaligus pengelola tempat tersebut Ujang Sutardi mengatakan kepada detikJabar, Sabtu (10/1/2026), teknologi rumit bernama Base Isolation ini dengan analogi otomotif yang mudah dipahami.

ADVERTISEMENT

"Kalau kita di mesin itu kayak Engine Mounting. Jadi mounting mesin itu tidak kena sasis, namun kena mounting dulu mesin itu. Bangunan ini juga seperti itu," kata Ujang seperti dikutip pada Minggu (11/1/2026).

"Jadi tidak langsung ke tanah, tetapi ke panggung dulu. Kalau dari kayu kan langsung kayu bantalannya, sedangkan kalau ini dari karet, hanya dilapisi dalamnya serat baja," tambah Ujang.

Cara kerja bantalan karet tersebut adalah dengan memutus energi gempa dari tanah ke struktur bangunan. Di dalam karet tersebut terdapat lapisan pelat baja tipis untuk menambah kekuatan vertikal, namun tetap fleksibel secara horizontal.

Saat gempa terjadi, getaran tersebut tidak akan terasa hingga ke badan bangunan karena bantalan karet ini meredam getaran tersebut. Bangunan di atasnya justru hanya mengayun perlahan layaknya penari sehingga bangunan akan tetap aman tanpa retak setelah gempa.

"Anti gempa. Ketika ada gempa itu tidak ada retak. Bergoyang," tutur Ujang meyakinkan.

Menurut pantauan detikJabar, kondisi bangunan tersebut masih kokoh. Hanya saja, tampilan fasadnya perlu mendapat perawatan. Cat dinding yang menyelimuti area luar bangunan terlihat sudah banyak yang mengelupas dan kusam sehingga warna cat asli, yakni merah muda tidak lagi terlihat dengan jelas.

Jika orang hanya melihat sekilas bangunan ini, tentu tidak ada yang mengira ada teknologi super aman yang terpasang di bawah bangunan tersebut. Sebab, tampilannya tidak mencolok, layaknya bangunan bertingkat biasa yang digunakan sebagai bangunan mes karyawan perkebunan.

Berdasarkan data prasasti di lokasi, proyek ini dibiayai oleh PBB melalui UNIDO atau United Nations Industrial Development Organization bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia. Dibangun pada tahun 1993 dan diresmikan operasionalnya pada 26 Oktober 1994, gedung ini adalah laboratorium hidup.

Palabuhanratu dipilih karena posisinya berada di pantai selatan yang merupakan zona subduksi yang sangat rawan gempa. Gedung ini juga berfungsi untuk menguji teknologi tahan gempa berbiaya murah yang kelak bisa diaplikasikan di negara-negara berkembang lainnya.

"Maka dicoba dulu di daerah yang gempanya paling tinggi. Ternyata kan di Palabuhanratu," kenang Ujang menceritakan sejarah pemilihan lokasi tersebut.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(aqi/abr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads