Rumah Pengungsi Palestina Digusur, Ribuan Keluarga Terlunta saat Musim Dingin

Rumah Pengungsi Palestina Digusur, Ribuan Keluarga Terlunta saat Musim Dingin

Wildan Alghofari - detikProperti
Rabu, 07 Jan 2026 14:01 WIB
Rumah Pengungsi Palestina Digusur, Ribuan Keluarga Terlunta saat Musim Dingin
Israel Hancurkan Rumah Pengungsi Palestina di Tepi Barat (Foto: AP Photo/Majdi Mohammed)
Jakarta -

Israel semakin gencar hancurkan bangunan dan rumah milik warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Aksi itu berbarengan dengan upaya Israel memperluas permukiman ilegal.

Melansir Aljazeera, Rabu (7/1/2026), aksi ini memperparah krisis kemanusiaan, terutama di wilayah kamp-kamp pengungsi Palestina di bagian utara Tepi Barat. Kondisi ini juga membuat warga pengungsi di tepi barat harus berebut mencari tempat berlindung di tengah musim dingin.

Pasukan Israel mulai menghancurkan puluhan bangunan tempat tinggal keluarga Palestina di kamp pengungsi Nur Shams, dekat Tulkarem. Buldoser dan derek militer dikerahkan untuk menggilas blok-blok perumahan yang dihuni sekitar 100 keluarga, memaksa mereka meninggalkan rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Militer Israel mengklaim penghancuran rumah dilakukan sebagai bagian dari operasi keamanan dalam melawan kelompok pemberontak Palestina. Namun, warga Palestina dan organisasi hak asasi manusia menilai tindakan tersebut sebagai hukuman kolektif dan pengusiran paksa yang melanggar hukum internasional.

Nihaya al-Jendi, anggota komite rakyat Nur Shams, mengatakan skala pengungsian telah mencapai tingkat krisis. Ia juga menyebut situasi ini sebagai bencana kemanusiaan nyata yang berkelanjutan bagi pengungsi Palestina.

ADVERTISEMENT

"Hingga hari ini, lebih dari 1.500 keluarga dari kamp tersebut masih belum dapat kembali," ujarnya.

Operasi militer Israel di kamp-kamp pengungsi Nur Shams, Jenin, dan Tulkarem telah berlangsung hampir setahun. Berdasarkan analisis citra satelit Human Rights Watch yang dilaporkan oleh Aljazeera, setidaknya 850 bangunan di wilayah tersebut telah dihancurkan atau rusak parah, menjadikannya pengungsian terbesar di Tepi Barat.

Israel Hancurkan Rumah Pengungsi Palestina di Tepi BaratIsrael Hancurkan Rumah Pengungsi Palestina di Tepi Barat Foto: AP Photo/Majdi Mohammed

Puluhan ribu warga Palestina kehilangan tempat tinggal dan kini terpaksa menumpang di rumah kerabat, berdesakan di apartemen sewaan, ataupun tinggal di gedung-gedung publik. Militer Israel menyatakan pasukannya akan tetap berada di beberapa kamp selama setahun, tanpa kejelasan kapan warga dapat kembali ke rumah mereka.

Di tengah kehancuran rumah-rumah pengungsi, Israel justru menyetujui pembangunan permukiman baru. Otoritas Israel menyetujui pembangunan 126 unit perumahan pemukim di pos terdepan Sa-Nur, Tepi Barat bagian utara. Hunian warga Palestina semakin terancam dan ruang hidup mereka semakin sempit.

Kelompok hak asasi manusia menilai penghancuran rumah, pengusiran warga, dan perluasan permukiman ilegal menunjukkan upaya sistematis Israel untuk membentuk ulang wilayah Tepi Barat dan memperketat kendali atas tanah Palestina.

Penghancuran rumah dan pengusiran warga Palestina di Tepi Barat juga dibarengi dengan meningkatnya tekanan Israel terhadap badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengecam langkah Israel yang memutus aliran listrik dan air ke fasilitas-fasilitas UNRWA. Juru bicara PBB Stephane Dujarric menegaskan bahwa tindakan tersebut akan semakin menghambat kemampuan UNRWA dalam menjalankan mandatnya.

Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini menyebut kebijakan Israel sebagai bagian dari aksinya menghalangi UNRWA dalam membantu pengungsi Palestina. PBB menegaskan UNRWA merupakan bagian integral dari sistem PBB yang menyediakan pendidikan, layanan kesehatan, dan bantuan kemanusiaan bagi jutaan pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Lebanon, dan Suriah.

Para pengamat menilai tekanan terhadap UNRWA, bersamaan dengan penghancuran rumah dan perluasan permukiman ilegal, mencerminkan upaya yang lebih luas untuk melemahkan perlindungan internasional terhadap hak-hak pengungsi Palestina.

(das/das)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads