Ada gereja unik yang terletak di permukiman padat penduduk Jakarta, namanya Gereja Santa Maria de Fatima atau disebut juga Gereja Toasebio. Keunikan gereja ini terletak pada bangunannya yang tampak seperti kelenteng China.
Bagian dalam Gereja Santa Maria de Fatima juga tak kalah menarik untuk dilihat. Bagian altar gereja dilapisi dengan corak merah dan emas yang jadi ciri khas etnis Tionghoa. Bahkan, terdapat ukiran-ukiran kayu pada bagian atas fondasi bangunan gereja yang tetap dipertahankan wujud aslinya.
Di balik keindahan interior dan eksterior bangunannya, ternyata ada kisah haru di Gereja Santa Maria de Fatima, yakni banjir. Gereja yang telah berdiri sejak 1955 itu sudah beberapa kali terendam banjir hingga masuk ke dalam gereja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagian dalam Gereja Santa Maria de Fatima. Foto: Pradita Utama |
Andreas Ikuwan selaku koster Gereja Santa Maria de Fatima mengatakan gereja ini kerap terendam banjir sejak 1996. Kala itu banjir telah merendam seluruh bangunan dengan ketinggian hampir mencapai lutut orang dewasa atau sekitar 50-60 cm.
"Waktu saya baru pertama kali kerja di sini tahun 1996 itu terjadi banjir besar, seluruh dalam gereja kerendam semua. Lalu bangku-bangku (jemaat) itu juga kerendam semua, akhirnya kita pindahin agar tidak rusak," kata Andreas saat ditemui di gereja, Jumat (13/12/2025).
Banjir besar yang terjadi pada 1996 itu telah merendam bangunan selama dua hari. Alhasil, Gereja Santa Maria de Fatima tidak bisa digunakan untuk beribadah sampai air benar-benar surut dan dibersihkan.
Sebagai bentuk antisipasi, pihak Gereja Santa Maria de Fatima meninggikan lantai gedung pada 1999 karena jalanan di depan gereja juga terus bertambah tinggi, sehingga khawatir gereja kembali kebanjiran. Sayangnya, cara ini masih belum berhasil.
Banjir kembali melanda Gereja Santa Maria de Fatima pada 2002. Saat itu Jakarta tengah dilanda banjir besar dan telah merendam banyak wilayah, termasuk kawasan Glodok, Jakarta Barat, tempat Gereja Toasebio berdiri.
"Pas banjir 2002 itu bangunan gereja juga kemasukan air lagi, tapi memang nggak separah seperti tahun sebelumnya. Bagian yang terendam hanya bangku jemaat saja, tapi tidak sampai ke altar. Mungkin kalau nggak ditinggikan (lantai gereja) mungkin lebih parah lagi banjirnya," tutur Andreas.
Pascabanjir besar di 2002, lantai Gereja Santa Maria de Fatima kembali ditinggikan demi mencegah terendam banjir. Untungnya, peninggian lantai ini berhasil dilakukan karena setelah itu banjir tak pernah masuk lagi ke dalam gereja sampai merendam altar.
Usai lantai gereja ditinggikan, banjir hanya merendam halaman depan Gereja Santa Maria de Fatima saja. Banjir juga lebih cepat surut hanya dalam waktu semalam karena saluran air di sekitar gereja telah diperbaiki oleh pemerintah.
Gereja Santa Maria de Fatima. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom |
Meski lantai sudah ditinggikan, tetapi jarak antara langit-langit dengan lantai gereja jadi lebih pendek. Andreas menyebut jarak antara lantai dan ceiling gereja dulu mencapai 4 meter, tapi sekarang hanya 3 meter saja.
"Makanya antara lantai sama plafonnya kelihatan agak rendah ya, padahal aslinya tinggi. Kalau bangunan zaman dulu kan kurang lebih antara langit-langit dengan lantai 4 meteran, tapi sekarang cuma sekitar 3 meter saja," tuturnya.
Sejumlah Bangunan Gereja Rusak Pasca Terendam Banjir
Bagian depan gereja. Foto: Pradita Utama/detikcom |
Banjir yang merendam Gereja Santa Maria de Fatima membuat sejumlah struktur bangunan rusak, terutama pada dinding dan fondasi kayu. Dari pantauan tim detikProperti, terlihat beberapa fondasi bangunan yang terbuat dari kayu sudah mulai lapuk dimakan rayap.
Selain itu, beberapa dinding interior gereja juga mulai rusak. Terlihat sejumlah cat dinding mulai mengelupas dan sebagian lainnya sudah lembap. Jika tidak segera ditangani maka bisa menimbulkan jamur hitam atau black mold.
Sejumlah kusen jendela di Gereja Santa Maria de Fatima juga mulai lapuk dimakan rayap. Walau kusen, dinding, dan fondasi kayu sudah diperbaiki hingga dicat ulang, tetapi hanya bertahan selama beberapa tahun saja.
Andreas menyebut ada rencana untuk memperbaiki beberapa kerusakan di Gereja Santa Maria de Fatima. Bangunan gereja juga rencananya akan diperluas agar dapat menampung jemaat dalam jumlah besar.
Namun, rencana perbaikan dan pelebaran bangunan gereja tak semudah yang dibayangkan. Pihak gereja perlu mendapat izin dari Pemprov DKI Jakarta karena Gereja Santa Maria de Fatima termasuk Bangunan Cagar Budaya. Perluasan bangunan juga harus melalui izin dan konsultasi dengan Keuskupan Agung Jakarta.
"Biasanya kalau mau renovasi harus konsultasi juga dan seizin dari Keuskupan Agung Jakarta. Nanti dilihat bagaimana bentuknya, seberapa besar daya tampungnya, dan semua itu harus diberitahu," papar Andreas.
Andreas Ikuwan selaku koster Gereja Santa Maria de Fatima Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom |
Di sisi lain, renovasi Gereja Santa Maria de Fatima juga tak bisa dilakukan sembarangan karena masuk Bangunan Cagar Budaya. Dibutuhkan kontraktor dan konsultan khusus di bidang gedung cagar budaya agar tidak merusak struktur bangunan aslinya.
Andreas mengatakan sudah ada rencana untuk pelebaran dan perbaikan pada sejumlah sisi di Gereja Santa Maria de Fatima. Meski sudah mengikuti prosedur sesuai ketentuan, tapi sampai Desember 2025 belum dilakukan perbaikan bangunan.
"Semua sudah mengikuti prosedur, tapi sampai saat ini belum berjalan (perbaikan gereja). Katanya waktu itu Februari 2025 mulai direnovasi dan kita siap pindah, tapi sampai sekarang akhirnya juga belum terlaksana dam masih seperti ini," imbuhnya.
Gereja Santa Maria de Fatima telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya Nasional berdasarkan surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta pada 1972. Gereja ini juga ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya sesuai SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 475/1993 dan dilindungi Undang-undang No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Jika ingin melihat langsung bangunan gereja khas kelenteng yang telah berdiri sejak abad ke-19, detikers bisa langsung mengunjungi Gereja Santa Maria de Fatima yang berada di Jalan Kemenangan III, Glodok, Taman Sari.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(ilf/abr)















































