Warga Serpong yang Rumahnya Nyaris Terkubur Sampah Tolak Relokasi dari DPRD

Warga Serpong yang Rumahnya Nyaris Terkubur Sampah Tolak Relokasi dari DPRD

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Kamis, 11 Des 2025 17:38 WIB
Sejumlah alat berat serta pemulung saat memungut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (24/11/2025). Sampah menggunung terlihat di TPA Cipeucang, Tangsel. Berbagai upaya pun dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk mengatasi permasalahan sampah yang terus meningkat. Mulai dari pembebasan lahan hingga rencana Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
TPA Cipeucang. Foto: Gilang Faturahman
Jakarta -

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan disebut telah mengunjungi rumah seorang warga Serpong yang nyaris tertimbun sampah yang bernama Agus. Dia ditawari untuk relokasi.

Agus mengatakan, anggota DPRD baru saja mengunjungi rumahnya untuk melihat kondisi TPA Cipeucang yang dekat dengan huniannya itu.

"Dari DPRD, dari partai PDI-P tadi ke sini rombongan banyak langsung terjun ke lokasi, terus langsung nanyain dampak-dampak, saya ceritain aja bentuknya di sini. Ada lagi dari gubernur sudah ke sini paginya," katanya kepada detikProperti, Kamis (11/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menyebutkan dirinya sudah menyampaikan keluhannya kepada para pejabat negara itu. Ia meminta agar TPA Cipeucang dirapikan dan ditertibkan.

Ia sempat ditanyakan apakah ingin direlokasi atau tidak tapi Agus menolaknya. Agus hanya ingin tempatnya ini seperti dulu.

ADVERTISEMENT

"Saya pengen seperti semula, tempat sampah ditarik, seperti biasa. Kalau relokasi dan pembebasan (lahan) saya mah belum (kepikiran) ke situ. Kita sudah nyaman di sini," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, rencana pembebasan lahan untuk TPA Cipeucang sudah dicanangkan sejak lama. Namun hingga saat ini masih belum direalisasikan.

Sebagai informasi, Agus sudah tinggal di rumahnya di Curug RT 006 RW 004, Serpong ini bahkan dari sebelum ia lahir. Dan dulu, kondisinya belum seperti sekarang yang dikelilingi bau sampah yang menyengat.

"Bukan dari lahir lagi, sebelum ada TPA juga sudah di sini nenek moyang punya tanah itu. Sebelum ini juga, nenek moyang sudah punya tanah di sini," tuturnya saat ditemui detikcom, Rabu (10/12/2025).

TPA Cipeucang sudah beroperasi lebih dari 10 tahun. Pun ketika beroperasi, dulu belum sebanyak ini sampahnya tapi lama-lama semakin menggunung karena sampah berasal dari beberapa daerah.

Akibat dari overloadnya TPA Cipeucang, Agus kesulitan mengakses air bersih karena sumurnya tercemar dengan air lindi atau cairan beracun yang berasal dari air yang masuk ke tumpukan sampah. Untuk mengakses air bersih selama empat tahun terakhir, Agus selalu menggunakan air isi ulang untuk mandi, cuci, kakus (MCK) dan air galon untuk minum. Baru sekitar lima bulan belakangan ini, ia mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah setempat.

Agus sudah sering melaporkan keluhannya ke pemerintah daerah dan dinas terkait. Tapi butuh waktu lama untuk keluhannya ini ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Di sisi lain, Agus mengakui, pemerintah daerah sudah memberikan kompensasi berupa uang Rp 250.000 per KK per tahun. Namun ia merasa tidak sepadan dengan apa yang harus dirasakannya setiap hari yang menghirup bau menyengat hingga rawan terjadi banjir.

"Kecuali dalam arti (warga) yang jauh, ya wajar (kompensasi segitu). Kita merasa keberatannya lagi di situ. Yang jauh disamaratakan dapatnya segitu," tuturnya.

Beberapa warga RT 006 RW 004 dan Desa Kademangan sempat melakukan unjuk rasa di depan kantor UPTD Cipeucang dan menuntut agar TPA itu ditutup pada Senin (8/12. Berikut ini beberapa tuntutan lainnya yaitu:

1. Penutupan TPA Cipeucang per hari Senin, 8 Desember 2025.

2. Normalisasi saluran air kali seperti dulu lagi.

3. Perapihan sampah di sekitar rumah yang terdampak sampah.

4. Alat berat standby untuk perapihan saluran air dan rumah warga.

5. Penanganan lindi dan bau sampah.

6. Dampak kesehatan dan kompensasi warga yang terdampak.

Agus mengatakan hingga saat ini pembuangan sampah ke TPA Cipeucang sudah dihentikan usai dilakukan unjuk rasa.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads