Otoritas Perumahan Hong Kong atau The Hong Kong Housing Authority (HA) akan meringankan beban pembayaran hipotek pemilik apartemen Wang Fuk Court yang terbakar. Khususnya untuk unit rumah subsidi.
Bagi pemilik unit yang belum melunasi, pemerintah Kota Hong Kong memberikan kelonggaran mengenai jangka waktu dan jumlah pembayaran hipotek. Mereka juga akan dikoordinasikan dengan perbankan dan lembaga keuangan untuk menawarkan pengaturan hipotek khusus seperti rencana pembayaran yang ditangguhkan.
"Pelonggaran tersebut memungkinkan bank dan lembaga keuangan yang berpartisipasi dalam penyediaan pinjaman hipotek untuk flat penjualan bersubsidi (lembaga keuangan yang berpartisipasi) untuk menawarkan pengaturan hipotek khusus kepada pemberi hipotek flat penjualan bersubsidi dengan premi yang belum dibayar di Wang Fuk Court di Tai Po, termasuk pembayaran kembali cicilan hipotek atau pokok yang ditangguhkan," tulis pengumuman yang dikeluarkan pada Sabtu (29/11/2025), seperti yang dikutip detikcom dari laman resmi pemerintah Kota Hong Kong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi hipotek adalah perjanjian yang memungkinkan pihak meminjam uang dari bank dengan menawarkan sesuatu berharga. Hipotek biasa berlaku pada saat membeli rumah atau apartemen.
Dengan adanya keringanan dari pemerintah Hong Kong, pemilik unit di apartemen Wang Fuk Court yang terbakar pada Rabu (26/11/2025) diberi keringanan apabila unit tersebut belum lunas.
Sebelumnya diberitakan, dilansir BBC, Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) akan menyediakan 1.800 unit rumah sementara untuk para korban. Menurut China Daily, sebanyak 1.000 di antaranya berupa hostel dan kamar hotel di seluruh kota, yang akan menyediakan hunian sementara selama satu hingga dua minggu. Jumlah hotel dikabarkan akan ditambah ke depannya.
Kepala Eksekutif Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) John Lee mengatakan untuk sementara korban yang dievakuasi bisa tinggal di sembilan tempat penampungan darurat. setiap KK yang terkena kebakaran juga diberikan hibah tunai sebesar 10.000 dolar Hong Kong atau sekitar Rp 21 juta (kurs Rp 2.143) yang diumumkan pada Kamis (27/11/2025) malam.
Wang Fuk Court merupakan sebuah kompleks perumahan vertikal terjangkau yang selesai dibangun pada tahun 1983. Di dalamnya terdapat 1.984 unit yang dapat menampung sekitar 4.000 penghuni.
Sebanyak 8 tower apartemen terbakar habis dan baru dapat dipadamkan sekitar 27 jam setelahnya. Api dengan cepat menyebar ke tower lain dikarenakan angin yang kencang dan pemakaian jaring hijau serta perancah bambu yang mudah terbakar. Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh kepolisian setempat.
Polisi telah menangkap dua direktur pria dari kontraktor yang bertanggung jawab atas pekerjaan pemeliharaan, Wang Yip Construction Co, dan seorang pria dari konsultan teknik atas dugaan pembunuhan. Mereka saat ini ditahan untuk penyelidikan. Kemudian, badan pengawas antikorupsi kota menangkap 8 orang terkait dengan kebakaran tersebut.
Kejadian ini disebut sebagai kebakaran terbesar di Hong Kong dalam 3 dekade terakhir. Kabar terbaru dari South China Morning Post pada Sabtu (29/11/2025) jumlah korban imbas insiden ini mencapai 128 orang tewas dan hampir 200 orang masih belum diketahui keberadaannya.
(aqi/das)










































