Kampung Apung di Cengkareng, Jakarta Barat, sudah terendam air selama nyaris 3 dekade. Di sekeliling perkampungan warga ternyata ada tempat pemakaman umum (TPU) yang 'hilang' karena tenggelam.
Nama TPU tersebut adalah Kampung Apung atau Kapuk Teko. Awalnya kuburan tersebut masih digunakan untuk memakamkan jenazah, tapi sejak Kampung Apung mulai terendam air pada 1996, kuburan itu perlahan menghilang.
Mantan ketua RT Kampung Apung Rudi Suwandi menuturkan TPU yang terendam banjir merupakan blok Islam. Ia menyebut lebih dari 1.000 makam telah terendam air selama puluhan tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya makam blok Islam, di sekitar Kampung Apung juga ada makam Tionghoa. Namun, makam tersebut tidak terendam air dan sebagian sudah dipindahkan ke tempat baru. Hanya menyisakan beberapa makam Tionghoa saja yang masih ada karena terdapat ahli waris.
Rudi mengatakan kuburan Islam tersebut sudah ada jauh sebelum berdirinya Kampung Apung. Bahkan, di dalam genangan air tersebut ada makam ulama Betawi bernama Mualim Teko. Meski begitu, warga tak tahu pasti di mana letak persis makamnya.
"Ceritanya sekitar abad ke-9 sampai abad ke-10 itu ada ulama namanya Mualim Teko. Konon dia dimakaminnya di sini. Ada warga yang bilang dimakaminnya di dekat pohon gede, tapi ada juga yang bilang dekat pohon loa," kata Rudi saat diwawancara detikcom, Rabu (27/8/2025).
Maka dari itu, kampung ini dinamakan Kapuk Teko karena terdapat makam ulama Mualim Teko. Meski begitu, seiring waktu permukiman ini lebih dikenal dengan nama Kampung Apung karena banyak rumah yang seolah mengapung di atas air.
Rudi berujar warga setempat sering kali melihat sosok pria berjubah putih yang berkeliling di Kampung Teko. Tak ada yang tahu pasti siapa sosok tersebut, tapi beberapa warga meyakini ia adalah Mualim Teko.
Sedikit informasi, nama Mualim Teko juga diabadikan sebagai nama jalan raya. Dalam buku Rekam Jejak Anies di Jakarta oleh Nico Andrianto, mantan gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengubah nama Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke, Jakarta Utara, menjadi Jalan Mualim Teko.
Sebenarnya, makam di Kampung Apung tidak terendam 'abadi' selama puluhan tahun. Pada 2023, air yang menggenang Kampung Apung sempat surut karena kemarau panjang. Hal itu membuat beberapa makam terlihat ke permukaan. Namun setelah itu, makam tersebut hilang lagi karena terendam air.
![]() |
Rudi mengatakan seluruh makam di Kampung Apung awalnya bakal dipindahkan ke TPU Tegal Alur, Kalideres. Namun, hal itu hanya sekadar rencana karena tak pernah terwujud.
"Waktu itu pernah ketemu sama Pak Wakil Walikota (Jakarta Barat), ada perwakilan dari kami sekitar 10 orang. Waktu itu dia bilang mau pindahin makam ke TPU Tegal Alur, tapi sampai sekarang nggak pernah," ujarnya.
Dalam catatan detikcom, Pemkot Jakarta Barat berencana akan memindahkan makam di Kampung Apung ke pemakaman baru pada 2014. Hal itu merupakan inisiatif dari mantan Wakil Wali Kota Jakarta Barat, M Yuliadi.
Wacana pemindahan makam di Kampung Apung muncul lagi pada 2017. Kala itu makam Kampung Apung akan dipindahkan ke makam ke TPU Tegal Alur. Namun, makam baru bisa dipindahkan jika tempat pemakaman sudah tidak lagi digenangi air.
Nahas, rencana itu hanyalah wacana. Pada 2017, mantan Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi mengatakan pemindahan makam Kampung Apung sulit terealisasikan. Sebab, makam tersebut sudah lama terendam genangan air hingga puluhan tahun.
(ilf/das)