Salah satu bagian menarik dari Ka'bah adalah talang air yang terbuat dari emas. Talang yang dikenal dengan nama Mizab Ar-Rahmah ini berfungsi mengalirkan air hujan dari atap Ka'bah, termasuk saat proses pencucian bangunan suci tersebut.
Dilansir dari detikHikmah, berdasarkan buku Haji dan Umrah karya M. Quraish Shihab, talang air tersebut belum ada pada masa Nabi Ibrahim AS. Talang ini pertama kali dibuat oleh Suku Quraisy bersamaan dengan pembangunan atap Ka'bah.
Mizab Ar-Rahmah terletak di sisi utara Ka'bah, sekitar 60 cm di bawah atap. Panjang keseluruhan talang ini mencapai 2,5 meter, dengan bagian yang tertanam di dinding Ka'bah sepanjang 58 cm. Sementara itu, bagian talang yang menonjol memiliki panjang 1,95 meter, tinggi 23 cm, dan lebar 26 cm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam buku Ka'bah Rahasia Kiblat Dunia dijelaskan bahwa kedua sisi talang dilapisi kayu jati setebal 2 cm dan emas murni dengan kadar 99,9%. Material tersebut membuat Mizab Ar-Rahmah juga dikenal sebagai talang emas Ka'bah.
Struktur pancuran diperkuat dengan tembaga anti karat setebal 4 mm, serta setiap palang diberi pengikat seberat 660 gram. Salah satu palang dihiasi rangkaian perak seberat 2,5 kilogram dengan panjang 190 cm, dan secara keseluruhan terdapat 90 ikatan penguat.
Dilansir dari situs resmi Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, di bagian atas talang terdapat paku-paku kecil dan tajam. Tujuannya agar tidak ada burung yang hinggap di sana. Soalnya kalau ada burung yang hinggap di situ, kotorannya bisa mengotori talang dan mencemari lantai Hijr Ismail yang berada persis di bawah Mizab Ar-Rahmah.
Mizab ini meniru bentuk pancuran Sultan Ahmad pada 1021 H/1612 M, dengan beberapa penyempurnaan. Mulut pancuran memiliki penopang berlapis emas yang memancarkan air, dikirim dari Konstantinopel pada 981 Hijriah.
Pancuran ini terakhir diperbaharui oleh Raja Fahd bin Abdul Aziz. Di bagian depannya tertulis kalimat Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim, sementara sisi kirinya memuat tulisan Arab yang artinya "Talang ini diperbaharui oleh pelayan dua Tanah Suci, Fahd bin Abdul Aziz Al-Sa'ud, Raja Arab Saudi."
(abr/das)
