Pernah terbesit kah naik lift tapi tanpa ada pintunya? Eits, ini bukan cuma ada di pikiran aja, karena memang lift seperti itu ternyata ada.
Namanya lift paternoster. Lift ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Namun, kini keberadaannya sudah semakin jarang.
Dilansir dari Smithsonian Magazine, lift ini pertama kali ditemukan oleh seorang arsitek asal Liverpool, Peter Ellis, pada 1860. Lift tanpa pintu ini biasanya ada dua, yang satu untuk naik yang satu lagi untuk turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari AP News, pengguna lift ini bisa langsung naik saja tanpa perlu memencet tombol dan karena tidak ada pintu. Soalnya, lift model ini akan terus berputar layaknya bianglala.
Nama paternoster ini merupakan bahasa Latin untuk 'Doa Bapak Kami' karena setiap kabin bergerak menggunakan rantai pada sabuk yang melingkar, mirip dengan butiran pada tasbih atau rosario.
Penumpang seharusnya turun sebelum lift paternoster melewati lantai paling atas atau paling bawah. Jika tidak, tidak akan terjadi masalah serius, meskipun mereka harus menunggu lift berputar melewati titik puncak atau dasar sebelum kembali bergerak ke arah sebaliknya. Ada pula orang yang sengaja ikut berputar sekadar untuk bersenang-senang.
lift paternoster yang ada di Goethe University, Frankfurt. Foto: via BBC |
Pencipta paternoster merancangnya sebagai sarana untuk mengangkut lebih banyak orang naik-turun antar-lantai tanpa waktu tunggu yang lama, namun alat ini bisa berbahaya jika tidak dilengkapi dengan tombol pemutus arus darurat.
Lift model ini banyak ditemukan di Eropa, seperti Eropa Timur, Inggris, Ceko, Denmark, dan Jerman. Biasanya, lift ini dipakai oleh pekerja di gedung pemerintahan dan tidak ada di tempat publik.
Dilansir dari BBC, di Inggris, lift paternoster populer pada era 1950-an sampai 1960-an sebelum akhirnya dilarang produksi pada 1970-an karena terkait dengan aspek keselamatan. Kini, banyak lift paternoster yang sudah tidak beroperasi karena dianggap berbahaya.
(abr/das)

