Rumah bisa dibangun berupa satu lantai, dua lantai, bahkan lebih banyak lagi. Pemilik rumah perlu menentukannya mau berapa tingkat sejak awal agar bisa dirancang arsitektur maupun kekuatan strukturnya.
Di satu sisi, rumah dua lantai terdengar menarik karena rumah menjadi besar. Penghuni mempunyai ruang yang lebih lega untuk beraktivitas dan menyimpan barang di rumah.
Namun, tak semua orang cocok dan nyaman memiliki rumah bertingkat. Pemilik mesti pertimbangkan luas tanah, gaya hidup, hingga biaya pembangunan. Berikut ini pertimbangannya, dikutip dari G. J. Gardener.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Luas Tanah
Pertama, pertimbangkan luas tanah saat menentukan jumlah lantai. Jika punya tanah kecil, pemilik bisa memaksimalkan lahan dengan membangun rumah bertingkat.
2. Layout Rumah
Tentukan mau layout rumah seperti apa. Nah, layout itu tergantung pada jumlah lantai.
Rumah satu lantai cocok mengusung konsep ruang lebih terbuka. Sementara itu, rumah dua lantai lebih fleksibel soal layout dan pemberian sekat sehingga cenderung lebih ada privasi buat penghuni.
3. Biaya
Dari segi biaya juga berbeda, rumah dua lantai biaya pembangunannya lebih mahal daripada satu lantai. Biaya pembangunan pun bisa naik sekitar 30 persen kalau bikin rumah dua lantai alih-alih satu lantai. Jika ingin lebih hemat, pemilik bisa membangun rumah satu lantai saja.
4. Pemandangan
Selain itu, pemilik dapat mempertimbangkan pemandangan rumah. Kalau mau pemandangan yang lebih luas, buat rumah dua lantai. Sebab, biasanya rumah satu lantai pemandangannya terhalang pohon dan bangunan lain.
5. Gaya Hidup
Terakhir, tentukan jumlah lantai berdasarkan gaya hidup dan kebutuhan penghuni. Pertimbangkan dari segi privasi, jumlah ruangan, usia penghuni, serta keterbatasan gerak penghuni saat menentukan tingkat rumah.
Itulah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih bangun rumah satu atau dua lantai. Semoga membantu!
