Infografis: Atap Hitam Bikin Rumah Gerah? Begini Faktanya

Infografis: Atap Hitam Bikin Rumah Gerah? Begini Faktanya

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 06 Agu 2026 11:14 WIB
Infografis atap hitam bikin panas
Foto: Infografis ini dibuat menggunakan NotebookLM dengan sumber detikProperti
Jakarta -

Ketika memilih atap kebanyakan orang memilih warna yang cerah. Konon jika memakai warna gelap, panas matahari bisa terserap dan membuat rumah jadi lebih gerah.

Dilansir dari Nombarch, ternyata pernyataan ini tidak sepenuhnya benar. Atap yang bisa menyebabkan panas bukan hanya karena warna yang dipakai, tetapi bisa juga dari material.

Saat ini sudah ada material yang bisa menangkis panas meski warnanya hitam atau gelap sehingga rumah dijamin tidak panas. Ada pula material atap yang tidak berwarna hitam, seperti keabu-abuan tetapi bisa membuat rumah lebih panas, yakni asbes.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atap warna hitam dipercaya dapat menyerap panas karena panas dari matahari terperangkap di lapisan bawah. Seiring waktu, panas tersebut akan terasa hingga ke dalam. Kondisi ini akan semakin buruk jika rumah tidak memiliki plafon penutup dan ventilasi yang memadai. Panas akan terus terperangkap di bagian atas sehingga rumah terasa pengap dan udara yang berputar di dalamnya terasa hangat.

Terpisah, arsitek Denny Setiawan juga sempat membahas perihal hal ini. Menurutnya warna bukan satu-satunya masalah. Bagaimana material dapat menangani panas adalah hal yang paling penting.

ADVERTISEMENT

Udara panas letaknya akan selalu berada di atas. Untuk mencegah panas itu bocor hingga ke dalam setiap rumah seharusnya memiliki sistem ventilasi silang. Sistem ini dapat menarik udara segar dan mendorong udara panas keluar.

Rumah yang sering terasa panas dan pengap masalahnya dari sirkulasi yang buruk. Selain panas, rumah juga jadi mudah lembap dan menyebabkan jamur mudah tumbuh di beberapa titik rumah.

Selain ventilasi silang, cara mencegah rumah jadi pengap bisa juga menggunakan kipas angin. Meskipun terlihat sederhana, kipas angin dapat membantu udara di dalam rumah bergerak. Namun yang perlu diketahui kipas angin tidak dapat menurunkan suhu di rumah tersebut.

Perangkat yang bisa melakukan hal tersebut adalah air conditioner (AC). Namun dalam jangka panjang memang ada efek sampingnya karena penggunaan AC ini dapat merusak ozon serta membuat tagihan listrik bulanan membengkak.

Ia juga menyarankan untuk mengatasi rumah yang panas dengan membuat plafon atau langit-langit rumah yang tinggi. Idealnya memiliki tinggi 2,4 meter dari lantai. Plafon tersebut juga perlu ditambahkan kipas angin dengan baling-baling menghadap ke bawah untuk membantu pergerakan udara panas. Cara ini bisa menjadi solusi untuk rumah yang sudah terlanjur memakai atap berwarna hitam.



(aqi/dhw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads