Biasanya, sebuah istana berada di atas tanah lapang atau bisa juga di dataran tinggi. Tapi, pernah nggak lihat istana yang ada di tengah danau seperti mengambang?
Di India ada lho istana yang berada di tengah danau, yaitu Jal Mahal. Jal Mahal memiliki arti Istana Air atau Water Palace. Lokasinya berada di tengah Danau Man Sagar, letaknya di antara Kota Jaipur dan Benteng Amer.
Meski tampak seperti mengambang, ternyata 4 dari 5 lantai bangunan itu terendam air danau terlebih ketika air sedang penuh. Jadi yang terlihat hanya bagian atasnya saja makanya seperti mengambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Incredible India, peletakan batu pertama istana dilakukan pada 1699. Tapi pada abad ke-18, Maharaja Jai Singh II mempercantik istana dan danau di sekitarnya. Bangunan ini dipakai oleh para penguasa Jaipur sebagai tempat santai setelah berburu, jadi bukan sengaja dibangun sebagai tempat tinggal.
Dilansir dari NDTV, bangunan istana tersebut menggabungkan gaya arsitektur Mughal dan Rajput. Arsitektur bangunan ini bukan tak disengaja tetapi memang dirancang untuk menjaga lantai bawah tetap sejuk dan tersembunyi, sementara bagian atas bisa diakses untuk rekreasi.
Meskipun berada di bawah air hampir sepanjang tahun, struktur ini tetap kokoh selama lebih dari 250 tahun, berkat konstruksi batu pasir yang kuat dan teknik penyegelan tradisional. Lantai yang terendam konon memiliki koridor dan ruangan yang diukir dengan rumit, meskipun tetap tersembunyi dari pandangan publik.
Salah satu alasan Jal Mahal bertahan selama berabad-abad terendam air adalah teknik kedap air organiknya. Para ahli restorasi menggunakan campuran mortar kapur, jaggery (gula merah), resin guggal, dan bubuk methi (fentanil fenugreek) - sebuah formula yang berakar pada ilmu konstruksi India kuno.
Campuran ini tidak hanya menyegel dinding tetapi juga memungkinkan dinding untuk bernapas, mencegah kerusakan jangka panjang. Bahkan hingga saat ini, lantai yang terendam air menunjukkan rembesan minimal, sebuah bukti kecerdasan kerajinan tradisional Rajasthan.
Restorasi Jal Mahal
Selama beberapa dekade pada abad ke-20, Jal Mahal sempat terabaikan. Itu karena Danau Man Sagar sempat menjadi tempat pembuangan limbah kota yang mempengaruhi lantai bawah istana karena rembes.
Pada tahun 2000-an, di bawah kerja sama pemerintah dengan pihak swasta, dilakukan restorasi. Beberapa di antaranya yaitu:
- Sebuah cekungan sedimentasi ditambahkan untuk menyaring limpasan dari perbukitan terdekat.
- Pengerukan danau meningkatkan kedalaman dan meningkatkan kadar oksigen.
- Burung-burung migran kembali, dan kehidupan akuatik mulai berkembang kembali.
Kini, danau tersebut merupakan simbol kebangkitan ekologi perkotaan dan pelestarian warisan budaya. Sayangnya, istana ini tidak dibuka untuk publik. Jadi wisatawan hanya bisa menikmatinya dari pinggir danau.
