Piala Dunia 2026 tengah berlangsung di Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada. Total ada 16 stadion yang dipakai untuk menggelar 104 pertandingan selama Piala Dunia.
Salah satu stadion yang mencuri perhatian adalah Atlanta Stadium. Bagaimana tidak, stadion megah di AS ini punya desain yang unik terutama pada bagian atapnya yang bisa dibuka tutup.
Mungkin terdengar biasa saja karena banyak stadion yang atapnya juga bisa dibuka dan ditutup. Namun, desain atap Atlanta Stadium terbilang unik karena punya atap yang mirip lensa kamera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari BBC, Stadion Atlanta punya delapan panel berbentuk segitiga yang bisa dibuka dan ditutup dengan cara saling bersilangan. Hal itu yang membuat atap stadion mirip seperti bukaan kamera (camera aperture) saat dibuka tutup.
Para arsitek mengatakan desain atapnya terinspirasi oleh kubah Pantheon di Roma, Italia. Desainnya memungkinkan cahaya alami dapat masuk ke dalam melalui bukaan melingkar di bagian tengah atap stadion.
Desain atap yang besar membuat Stadion Atlanta tampak megah dan modern. Di sisi lain, penonton dan pemain di lapangan nggak perlu khawatir bakal kehujanan atau kepanasan karena atap stadion bisa ditutup.
Selain atapnya yang modern, Stadion Atlanta juga punya panel layar yang bikin takjub penonton. Panel papan skor ini dinamai 'Halo' dan bentuknya 360 derajat melingkari stadion. Jika diukur, panjang panel layar ini mencapai 327 meter.
Dengan atap stadion yang bisa dibuka tutup, Atlanta Stadium memiliki AC yang dapat mendinginkan tribun penonton. Ketika cuaca sedang panas, terutama saat pertengahan tahun yang suhunya mencapai 30 derajat Celcius, kehadiran AC bikin penonton dan pemain merasa sejuk.
Punya atap yang canggih, pendingin ruangan, hingga layar panel raksasa membuat Stadion Atlanta jadi salah satu arena olahraga termahal di AS. Stadion yang diresmikan pada Agustus 2017 ini menelan biaya pembangunan US$ 1,6 miliar atau sekitar Rp 28,5 triliun jika dihitung kurs saat ini (Rp 17.860).
Nggak Cuma Canggih, tapi Juga Ramah Lingkungan
ATLANTA, GEORGIA - JULY 05: General view inside the stadium prior to the FIFA Club World Cup 2025 quarter-final match between Paris Saint-Germain and FC Bayern MΓΌnchen at Mercedes-Benz Stadium on July 05, 2025 in Atlanta, Georgia. (Photo by S. Mellar/FC Bayern via Getty Images) Foto: FC Bayern via Getty Images/S. Mellar |
Atlanta Stadium dibangun untuk menggelar berbagai pertandingan olahraga, mulai dari American Football hingga sepak bola. Demi mendukung kenyamanan pemain saat bertanding, pihak stadion menggunakan rumput alami hybrid yang telah memenuhi standar FIFA selama Piala Dunia 2026.
Stadion ini juga mengedepankan ramah lingkungan dan keberlanjutan. Bahkan, Atlanta Stadium menjadi satu-satunya stadion di AS yang meraih sertifikat LEED Platinum. Apa itu?
Jadi, 92 persen limbah sampah akan dikelola kembali untuk didaur ulang. Lalu, terdapat penampungan air hujan hingga 4 juta liter yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan penonton selama di stadion.
Stadion berkapasitas 67 ribu kursi penonton itu bahkan memiliki halaman untuk berkebun sayur. Setiap tahunnya, pihak stadion dapat menghasilkan 295 kilogram sayur yang nantinya disumbangkan untuk masyarakat setempat.
Selama Piala Dunia 2026, Stadion Atlanta telah menggelar berbagai pertandingan, salah satunya babak penyisihan Grup H antara Spanyol Vs Arab Saudi. Stadion ini akan menggelar 1 laga di babak 32 besar, 16 besar, dan semi final.
(ilf/das)

