Beberapa penelitian menemukan bahwa cat putih bisa membuat rumah jauh lebih sejuk. Pada pengujiannya, cat putih diaplikasikan pada atap rumah.
Dilansir The Week, salah satu pengujian yang sudah pernah dilakukan oleh Institut Kesehatan Masyarakat India pada 2020. Disebut bahwa rumah yang dicat dengan cat putih membuat suhu rumah satu derajat lebih dingin daripada atap yang tidak dilapisi.
Lalu, ada pula studi di India pada tahun 2016 yang menemukan bahwa atap putih menurunkan suhu udara dalam ruangan, rata-rata sebesar 2,1°C. Hasil ini membuktikan bahwa atap putih memiliki efek signifikan dalam mengurangi suhu udara dalam ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika benar cat putih yang diaplikasikan pada atap bisa membuat rumah jauh lebih adem, kenapa rumah di Indonesia jarang yang memakai atap putih atau berwarna cerah?
Menurut arsitek sekaligus dosen dari Binus University Denny Setiawan teori warna putih bisa membuat rumah lebih sejuk, itu benar. Sebab, warna yang cerah akan memantulkan panas matahari. Kebalikannya warna gelap justru menyerapnya sehingga rumah terasa panas.
Namun, memakai teori warna untuk membantu rumah jadi lebih sejuk merupakan cara lama. Bahkan di luar negeri pun jarang yang mengecat atapnya berwarna putih untuk membuat rumah terasa sejuk.
Saat ini sudah ada cara lebih efektif, yakni memakai aluminium foil atau polyurethane (PU) pada atap rumah.
"Yang lebih efektif adalah dengan aluminium foil. Itu yang lebih efektif. Yang kedua, itu dengan polyurethane (PU). Jadi polyurethane itu dan aluminium foil itu ditaruhnya di bawah genteng," jelas Denny saat dihubungi detikcom pada Jumat (27/3/2026).
Lalu, warna genteng yang banyak dipakai di Indonesia, yakni coklat muda, coklat, dan terakota itu juga sudah cukup efektif untuk menghalau panas. Ditambah bahannya dari tanah liat juga tidak menyerap panas.
"Sebenarnya warna asli genteng kampung, genteng kodok kita itu juga cenderung memantulkan panas. Panas cenderung nggak masuk. Jadi warna terakota itu cenderung sudah adem. Itu warna yang sudah dicampur dengan pigmen warna lain, tapi sudah menjadi genteng penahan panas dari turun-temurun," jelas Denny.
Di sisi lain, jarang ada rumah yang memakai atap warna putih juga untuk menghindari terjadinya urban heat island. Dilansir National Geographic, urban heat island merupakan area metropolitan yang jauh lebih hangat daripada daerah pedesaan di sekitarnya.
Denny mengatakan salah satu penyebabnya karena panas yang dipantulkan secara frontal dari pemakaian warna cerah pada gedung di sekitarnya dan mengakibatkan suhu udara jadi lebih panas dibanding di dalam bangunan.
"Urban heat island. Pulau panas. Jadi suhu udara di sekitar akan menjadi panas. Nah itu yang kita nggak mau. Jadi supaya dia diserap tapi tidak diteruskan ke bawah (dalam rumah) itu (lebih baik) penggunaan aluminium foil biasanya," terangnya.
(aqi/das)
