Gereja Katolik Sagrada Familia di Barcelona akan segera rampung. Setelah dibangun lebih dari 140 tahun, akhirnya pada Februari lalu dipasang bagian terakhir pada menara paling tinggi yaitu Menara Yesus Kristus.
Dilansir dari Vatican News, pemasangan lengan salib di atas Menara Yesus Kristus menandakan penyelesaian pekerjaan eksteriornya. Elemen yang memiliki ukuran 4,5 x 4,5 meter ini menjadi titik tertinggi di gereja tersebut. Dengan pemasangannya, keseluruhan enam menara pusat Sagrada Família kini telah lengkap secara eksternal.
Elemen salib tersebut diproduksi dalam bentuk modul di Jerman selama tahun 2025 dan dirakit hampir seluruhnya di lokasi Sagrada Familia. Keramik berlapis glasir putih, struktur batu internal, dan kaca patri diproduksi di berbagai pabrik dan bengkel di seluruh Catalonia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemasangan salib di Menara Yesus Kristus, Gereja Katolik Sagrada Familia. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto |
Komponen-komponen tersebut diangkat dalam tujuh bagian gabungan: lengan bawah, inti tengah, empat lengan samping, dan akhirnya lengan atas, yang dipasang pada tanggal 20 Februari 2026. Di dalam lengan atas, pada titik tertingginya, akan dipasang patung Agnus Dei karya seniman Italia Andrea Mastrovito.
Sementara itu, pengerjaan interiornya akan terus dilanjutkan selama 2027-2028.
Dilansir dari Archdaily, upacara untuk menandai selesainya pembangunan menara ini akan berlangsung pada 10 Juni peringatan seratus tahun kematian sang arsitek, sekaligus menandai 16 tahun sejak gereja tersebut dikuduskan oleh Paus Benediktus XVI. Sejumlah acara dan pameran peringatan direncanakan sepanjang tahun peringatan seratus tahun tersebut, yang bertepatan dengan Barcelona dinobatkan sebagai Ibu Kota Arsitektur Dunia UNESCO 2026.
Menara Yesus Kristus berdiri di tengah kompleks Sagrada Familia. Menara ini dikelilingi oleh empat menara Penginjil yang masing-masing terhubung ke menara pusat oleh sebuah jembatan, dan oleh Menara Perawan Maria, yang terhubung secara internal ke Menara Yesus Kristus. Menara tersebut memiliki tinggi 172 meter, menjadikannya gereja tertinggi di dunia.
Sebagai informasi, dilansir dari BBC, peletakan batu pertama gereja Katolik ini sudah dilakukan sejak 1882. Namun, arsitek Antoni Gaudi baru menjadi nahkoda dalam pembangunannya satu tahun setelah peletakan batu pertama. Tangan dingin Gaudi mengubah desain asli basilika menjadi proposal yang jauh lebih ambisius yang dana awal ditanggung dari hasil sumbangan para jamaah yang bertobat.
Gereja bergaya Neo-Gothic ini memiliki desain yang cukup rumit. Gaudi menargetkan terdapat 18 menara yang akan dibangun. Namun, hingga kematiannya pada 1926, pembangunannya baru berjalan 15-20 persen, bahkan menara yang telah dibangun hanya 1 dari 18 menara.
Pembangunan dilanjutkan oleh Yayasan Sagrada Familia dan dananya didapat dari sumbangan wisatawan, pengunjung, dan donatur swasta.
Pembangunannya yang lama terjadi karena beberapa kendala. Mulai dari adanya Perang Saudara Spanyol, kaum anarkis Catalan yang membakar ruang bawah tanah, menghancurkan desain dan model plester yang dibuat oleh Gaudí. Padahal seharusnya bisa menjadi panduan konstruksi di masa depan. Ditambah terjadinya pandemi COVID-19 yang berdampak pada merosotnya jumlah dana yang masuk imbas kurangnya donasi dan pemasukan dari wisatawan.
(abr/das)

