Kisah Shalahuddin Restorasi Al-Aqsa Setelah 90 Tahun Dikuasai Pasukan Salib

Langkah Emas Raih Kemenangan

Kisah Shalahuddin Restorasi Al-Aqsa Setelah 90 Tahun Dikuasai Pasukan Salib

Wildan Alghofari - detikProperti
Selasa, 10 Mar 2026 05:13 WIB
Kubah emas Dome of the Rock terlihat dari lorong batu di kompleks Al-Aqsa Mosque compound, di Kota Tua Yerusalem. Situs ini merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam dan berdiri di atas kawasan yang oleh Yahudi dikenal sebagai Temple Mount. REUTERS/Jamal Awad
Masjid Al-Aqsa. Foto: REUTERS/Jamal Awad
Jakarta -

Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pernah berada di bawah kekuasaan Pasukan Salib selama hampir 90 tahun, sebelum akhirnya dibebaskan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi pada abad ke 12. Setelah kemenangan tersebut, sang pahlawan muslim tidak hanya merebut kota suci itu, tetapi juga melakukan pemulihan besar-besaran terhadap Masjid Al-Aqsa yang sempat berubah fungsi selama masa pendudukan.

Dilansir dari Situs Muslim Mirror, Selasa (10/3/2026), Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil merebut kembali Yerusalem pada 12 Oktober 1187 M atau 27 Rajab 583 H. Kemenangan itu mengakhiri hampir 9 dekade kekuasaan Pasukan Salib di kota suci tersebut dan mengembalikan Masjid Al-Aqsa sebagai tempat ibadah umat Islam.

Yerusalem atau Al-Quds sendiri merupakan salah satu kota tertua di dunia dan memiliki kedudukan penting bagi umat Islam. Masjid Al-Aqsa yang berada di dalam kompleks Al-Haram Al-Qudsi Al-Sharif merupakan situs suci ketiga dalam Islam setelah Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Dalam sejarah Islam, masjid ini juga dikenal sebagai kiblat pertama umat Muslim sebelum arah salat dipindahkan ke Ka'bah.

Sejarah Masjid Al-Aqsa Dikuasai Pasukan Salib dan Direbut Kembali

Pada Perang Salib Pertama tahun 1099, pasukan Kristen Eropa berhasil merebut Yerusalem dan menduduki Masjid Al-Aqsa. Selama pendudukan tersebut, masjid mengalami perubahan fungsi yang signifikan. Beberapa bagian bangunan dijadikan gereja, sementara bagian lain digunakan sebagai tempat tinggal bahkan kandang kuda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendudukan ini berlangsung selama hampir 90 tahun hingga akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi memimpin pasukan Muslim untuk merebut kembali kota tersebut. Setelah memenangkan pertempuran penting di Hattin pada tahun 1187, Shalahuddin bergerak menuju Yerusalem. Setelah pengepungan sekitar satu minggu, pihak Pasukan Salib menyerah dan kota itu berhasil direbut kembali tanpa pertumpahan darah besar.

Kemenangan tersebut mengakhiri pemerintahan Kristen yang telah berdiri di Yerusalem sejak 1099. Sejak saat itu, wilayah Palestina kembali menjadi bagian dari Kesultanan Ayyubiyah di bawah kepemimpinan Shalahuddin.

ADVERTISEMENT

Shalahuddin Merestorasi Masjid Al-Aqsa

Shalahuddin al-Ayyubi, tokoh Dinasti Ayyubiyah yang mendapat predikat pemersatu dunia Islam.Shalahuddin al-Ayyubi, tokoh Dinasti Ayyubiyah yang mendapat predikat pemersatu dunia Islam. Foto: Wikimedia Commons

Setelah berhasil merebut Yerusalem, Shalahuddin Al-Ayyubi segera memerintahkan pembersihan total Masjid Al-Aqsa. Bangunan yang sebelumnya dijadikan tempat tinggal dan kandang kuda oleh Pasukan Salib dibersihkan dari kotoran dan berbagai najis yang menumpuk selama masa pendudukan.

Masjid tersebut kemudian disucikan dengan air dan air mawar yang didatangkan khusus dari Damaskus. Tindakan ini dilakukan sebagai simbol pemurnian kembali tempat suci tersebut sebelum digunakan kembali sebagai tempat ibadah umat Islam.

Selain itu, Shalahuddin juga memasang kembali Mimbar Nuruddin Zangi, mimbar megah yang sebelumnya telah dipersiapkan di Damaskus untuk ditempatkan di Masjid Al-Aqsa. Mimbar tersebut menjadi simbol kembalinya kedaulatan Islam di Yerusalem.

Shalahuddin juga melakukan berbagai perbaikan pada struktur masjid yang rusak akibat peperangan. Ia memulihkan fungsi Masjid Al-Aqsa sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pembelajaran Islam, serta menghapus berbagai perubahan fungsi yang dilakukan selama masa kekuasaan Pasukan Salib.

Restorasi yang dilakukan Shalahuddin Al-Ayyubi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mengembalikan identitas spiritual dan religius Masjid Al-Aqsa sebagai salah satu tempat suci utama bagi umat Islam.

Kisah pembebasan Yerusalem oleh Shalahuddin Al-Ayyubi menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam. Kepemimpinannya tidak hanya dikenang karena keberhasilan militernya, tetapi juga karena sikapnya yang dikenal adil, bijaksana, dan penuh toleransi bahkan terhadap pihak yang sebelumnya menjadi lawan.

(zlf/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads