Dahulu wilayah Spanyol pernah menjadi bagian dari kerajaan Islam. Sisa-sisa dari peradaban masa lalu masih bisa dijumpai sampai sekarang, salah satunya sebuah masjid yang usianya 1.000 tahun.
Masjid yang dimaksud adalah Almonaster la Real. Tempat ibadah umat muslim ini merupakan salah satu masjid tertua di Eropa yang dibangun sejak abad kesembilan, tepatnya di bawah pemerintahan Islam di Andalusia (711-1492).
Dilansir dari Daily Sabah, Senin (9/3/2026), para sejarawan menyebut masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Abd al-Rahman III, salah satu penguasa di Andalusia yang paling berpengaruh di masanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masjid ini terletak di sebuah desa kecil bernama Almonaster la Real, Provinsi Huelva, Spanyol. Masjid ini berada di atas bukit sehingga terlihat jelas dari kejauhan.
Memiliki nama Arab Al-Munsatyr, masjid ini dibangun di atas bekas gereja dan biara Visigoth. Saat kerajaan muslim masuk ke Spanyol, bangunan tersebut kemudian diubah menjadi masjid.
Masjid Almonaster la Real merupakan salah satu masjid tertua di Spanyol yang telah berusia 1.000 tahun. Foto: Wikimedia Commons/CCA 4.0/Marc Ryckaert |
Tak hanya untuk ibadah, Masjid Almonaster la Real juga digunakan sebagai sekolah dan tempat pertemuan untuk membahas urusan politik. Meski fungsinya berubah menjadi masjid, tapi desain bangunannya tetap mempertahankan gaya kekhalifahan abad ke-10 dengan kolom Romawi dan mihrab Arab.
Bagian interior Almonaster la Real masih terasa sangat klasik dan kuno. Ada banyak tiang-tiang yang berfungsi sebagai fondasi agar masjid masih tetap berdiri. Untuk material yang digunakan adalah bata merah.
Bagian interior Masjid Almonaster la Real di Spanyol. Foto: Wikimedia Commons/CCA 4.0/Marc Ryckaert |
Di dekat pintu masuk ada sebuah prasasti berusia lebih dari seribu tahun yang masih terlihat utuh. Prasasti itu berbunyi 'Laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah' yang artinya 'Tidak ada Tuhan selain Allah dan (Nabi) Muhammad adalah utusan Allah'.
Terdapat juga tembok besar yang mengelilingi masjid yang sudah ada sejak abad ke-10. Tembok ini telah melindungi bangunan utama Masjid Almonaster la Real dari kerusakan sehingga masih kokoh sampai sekarang.
Selama ratusan tahun masjid tersebut sempat terlantar sehingga tidak terawat sama sekali. Sampai akhirnya pemerintah Spanyol mulai melestarikan Alomnaster la Real sebagai situs bersejarah sejak 1982.
Meski Almonaster la Real sudah tidak mengadakan ibadah salat secara rutin, tetapi tempat ini masih dibuka untuk umum. Umat muslim dipersilahkan untuk menggelar salat atau berdoa.
"Tidak ada ibadah rutin di sini, tetapi jika ada umat muslim yang ingin datang, menggelar sajadah dan berdoa, sama sekali tidak masalah," kata Maria Jose Martin Anarte, anggota dewan kota yang bertanggung jawab atas urusan pariwisata dan budaya.
Lebih dari 100 ribu wisatawan mengunjungi Masjid Almonaster la Real yang telah berusia satu milenium itu. Desa ini juga menjadi tuan rumah Konferensi Budaya Islam tahunan (Jornadas de Cultura Islamica) setiap Oktober, sehingga masjid ini banyak dikunjungi.
"Situs ini selalu terbuka dan kami belum pernah mengalami vandalisme. Bagi masyarakat di wilayah ini, ini adalah hadiah yang diwariskan kepada kita, sesuatu yang harus kita lindungi dan jaga," ujarnya.
(ilf/ilf)












































